Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Detail Plan dan Macro Policy dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Pendapatan Daerah Tembus Rp29,88 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pengelolaan Keuangan Jatim Tetap Akuntabel dan Transparan Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial Gubernur Khofifah Sebut Munas-Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Merumuskan Solusi Keagamaan dan Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman

Sosial & Budaya

Sinergi Pemerintah dan DPR RI Tanamkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Menuju Generasi Emas 2045

badge-check


Sinergi Pemerintah dan DPR RI Tanamkan 7 Kebiasaan Anak Hebat Menuju Generasi Emas 2045 Perbesar

Jakarta — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI mendorong percepatan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) di Jawa Barat. Inisiatif ini dirancang sebagai fondasi pembentukan karakter anak sejak dini agar lahir generasi sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialisasi yang digelar di Bandung, Jawa Barat pada Minggu (21/9/2025) diikuti 126 peserta dari unsur Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat, legislatif, dan daerah dalam memperkuat pembangunan karakter bangsa di era digital.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Komunikasi dan Media, Ma’ruf, menegaskan bahwa 7 KAIH bukan sekadar slogan, tetapi rutinitas sederhana yang harus dilakukan secara konsisten di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. “Karakter lahir dari kebiasaan. Jika 7 KAIH diterapkan bersama, anak-anak akan tumbuh sehat, disiplin, dan berdaya saing,” ujarnya.

Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menambahkan bahwa gerakan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan sumber daya manusia, pendidikan, dan karakter bangsa. “Kami mengajak keluarga, sekolah, masyarakat, dan media bersama-sama membiasakan 7 KAIH agar terbentuk generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menilai gerakan ini sebagai pondasi masa depan bangsa. “Ketika kita bicara karakter anak, sejatinya kita sedang bicara masa depan bangsa. 7 KAIH bukan sekadar rutinitas, melainkan orkestra kehidupan yang harmonis dan penuh makna,” tuturnya.

Di tingkat daerah, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Firman Oktora, menegaskan bahwa gerakan ini selaras dengan visi Jabar mencetak SDM unggul yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. “Dengan SDM unggul, anak-anak Jawa Barat siap menghadapi setiap perubahan zaman,” jelasnya.

Kepala SMAN 5 Bandung, Heru Ekowati, memaparkan implementasi 7 KAIH melalui aktivitas harian di sekolah, mulai dari bangun dan sapa pagi, pembinaan budi pekerti, kegiatan keagamaan, olahraga, makan sehat, literasi, bakti sosial, hingga edukasi tidur cukup. “Kami integrasikan dalam budaya sekolah agar anak terbiasa sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala TK Assalam, Farida Utami, menuturkan bahwa keberhasilan penerapan 7 KAIH sangat bergantung pada kolaborasi guru dan orang tua. “Anak-anak bersemangat menceritakan kebiasaan baik yang dilakukan. Orang tua pun aktif memberi laporan perkembangan anak di rumah,” ungkapnya.

Pelaksanaan gerakan ini juga memperkuat implementasi Surat Edaran Bersama Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan, yang ditandatangani Kemendikdasmen, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama.

Kemendikdasmen menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar 7 KAIH tidak berhenti pada tataran kampanye, melainkan tumbuh sebagai budaya nasional. Dengan pembiasaan positif yang terintegrasi, gerakan ini diharapkan melahirkan generasi Indonesia yang sehat jasmani, kuat mental, dan siap mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur

22 June 2026 - 06:56 WIB

Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia

22 June 2026 - 02:56 WIB

Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial

21 June 2026 - 12:32 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya