Menu

Dark Mode
Pasar Murah Hadir di Desa Kedungdung Sampang, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau Kekeringan Meluas di Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Pencarian Sumber Air Permanen hingga Pembangunan Embung Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia

Daerah

TPPS Sumenep Monitoring Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan dan Desa

badge-check


TPPS Sumenep Monitoring Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan dan Desa Perbesar

Sumenep – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumenep melakukan kegiatan monitoring ke TPPS di tingkat kecamatan dan desa untuk mempercepat penurunan angka stunting atau tengkes.

Kegiatan ini berlangsung pada Maret 2025 di tujuh kecamatan yang direncanakan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayahnya.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ida Winarni, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di tingkat desa dan kecamatan.

“Selain itu, monitoring juga bertujuan untuk melihat peran serta fungsi masing-masing pihak yang terlibat serta mengidentifikasi hambatan atau kendala yang dihadapi di lapangan,” katanya, Jumat (21/3/2025).

Dalam kegiatan ini, dilakukan diskusi kelompok yang melibatkan berbagai stakeholder, di antaranya Camat, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, Ketua TP-PKK Kecamatan, Penyuluh KB, Ketua TP-PKK Desa/Kelurahan, Pendamping PKH, Pendamping Desa, Bidan Koordinator, Pj Gizi, dan Kader Pembangunan Manusia.

“Diskusi kelompok terarah ini bertujuan untuk memberikan gambaran utuh mengenai pelaksanaan percepatan penurunan stunting di tingkat desa dan kecamatan,” terang Ida Winarni.

Ida juga menambahkan bahwa, melalui diskusi ini, diharapkan solusi atas kendala yang ada dapat ditemukan, dengan mengupayakan strategi-strategi bersama melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antar semua pihak terkait.

Diharapkan, melalui kegiatan monitoring ini, program penurunan stunting di Kabupaten Sumenep dapat lebih efektif dan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting, baik pada tahun ini maupun tahun-tahun mendatang.

Kegiatan monitoring ini telah dilaksanakan di tujuh kecamatan pada Maret 2025, yaitu Kecamatan Batuan, Lenteng, Kota Sumenep, Ganding, Talango, Batuputih, dan Batang-Batang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memastikan kesehatan anak dan ibu tetap terjaga, serta mencapai target penurunan stunting yang lebih baik.

Baca Lainnya

Dari Pengungsian Manggarai, Khofifah Pastikan Anak Korban Gempa Dapat Pendampingan Psikososial

24 August 2026 - 01:52 WIB

Dorong Transparansi dan Kepercayaan Publik, Kabiro Adpim Jatim Raih Award Kepemimpinan Komunikasi Inklusif 2026

31 July 2026 - 00:37 WIB

Puluhan Ribu Warga Padati Masjid Al-Akbar, Lepas Sambut 1 Muharram 1448 H Bersama Gubernur Khofifah

16 June 2026 - 12:46 WIB

Berita Populer di Berita