Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Nganjuk, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat Perkuat Pangan, Respons Cepat, dan Pembangunan SDM, Gubernur Khofifah Selaraskan Kebijakan Jatim dengan Arahan Presiden Prabowo Gubernur Khofifah Gaungkan Kembali Seruan Perdamaian di Harlah ke-80 Muslimat NU Kalbar Peringatan Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Regenerasi Pelaku Pertanian Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar Gubernur Khofifah Buka Kesempatan bagi 4.000 Warga Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi

Ekonomi & Bisnis

Uni Eropa akan Bebaskan Tarif Ekspor CPO Hingga 1 Juta Ton

badge-check


Uni Eropa akan Bebaskan Tarif Ekspor CPO Hingga 1 Juta Ton Perbesar

Jakarta – Uni Eropa akan membebaskan tarif ekspor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dari Indonesia ke negara-negara Schengen (Uni Eropa) paling banyak 1 juta per tahun. Ekspor palm kernel oil (PKO) juga akan dikenail tarif nol persen dengan mempertimbangkan volume ekspor tahun 2024.

Hal ini menjadi bagian dari kesepakatan dalam perundingan kemitraan perdagangan komprehensif Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kabar baik itu saat konferensi pers peluncuran EU Visa Cascade di Jakarta, Kamis (31/7/2025). “Kita menyepakati kuota sekitar 1 juta (ton per tahun), dan untuk PKO (palm karnel oil) tergantung dari jumlah ekspor PKO tahun lalu ke Uni Eropa,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartanto.

Di samping produk CPO, Indonesia dan Uni Eropa juga menyepakati perdagangan PKO atau minyak inti sawit dalam IEU-CEPA. Namun demikian, kuota PKO tersebut akan bergantung pada volume ekspor tahun sebelumnya.

Sementara itu, Airlangga menuturkan biodiesel tidak termasuk dalam perundingan lantaran Indonesia masih mengutamakan konsumsi domestik untuk komoditas tersebut. “Untuk biodiesel, kita belum membicarakannya, karena saat ini kita tidak ekspor biodiesel. Kita mengutamakan konsumsi domestik,” terangnya.

Produk CPO dan pertanian lain seperti kopi, cokelat, karet dan kayu tidak bisa masuk Uni Eropa per awal 2025 atau sejak pemberlakuan regulasi kebijakan deforestasi Uni Eropa (EUDR). Terdapat tiga hambatan yang membuat komoditas kelapa sawit dipersulit masuk Uni Eropa, yakni pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD), bea masuk yang menuduh sawit disubsidi secara tidak adil serta kebijakan EUDR.

Untuk itu, pemerintah Indonesia bernegosiasi untuk melonggarkan tarif ekspor maupun hambatan nontarif melalui IEU-CEPA. Termasuk melakukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Desember 2019. Akhirnya pada Januari 2025, WTO memutuskan bahwa Uni Eropa melakukan diskriminasi terhadap minyak sawit dan biofuel Indonesia. Keputusan WTO itu merujuk dari laporan putusan panel pada 10 Januari 2025 dan menyatakan Uni Eropa telah melakukan diskriminasi dengan memberikan perlakuan yang tidak adil dan merugikan bagi minyak sawit dan biofuel Indonesia.

Adapun Menko Airlangga menargetkan seluruh dokumen perjanjian IEU-CEPA dapat diselesaikan pada September 2025. Ia menyampaikan Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic akan datang ke Jakarta pada bulan September untuk menandatangani dokumen kesepakatan awal.

Baik Indonesia dan Uni Eropa menargetkan Perjanjian IEU-CEPA sendiri mulai diimplementasikan pada akhir 2026 setelah melalui proses ratifikasi dari kedua pihak.

Baca Lainnya

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Kunjungan Armada Angkatan Laut RRT ke Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Potensi Kerja Sama Teknologi Maritim

6 August 2026 - 07:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis