Menu

Dark Mode
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Pastikan Evakuasi Berjalan Terpadu BI Mengajar 2026 di SMAN Taruna Nala, Khofifah dan Destry Damayanti Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Zaman Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat

Daerah

Wagub Emil Sebut Jatim Siap Jadi Pionir Swasembada Pangan Nasional

badge-check


Wagub Emil Sebut Jatim Siap Jadi Pionir Swasembada Pangan Nasional Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengikuti kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Rabu (23/4). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar serentak di 14 provinsi sentra padi dan dipimpin langsung secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Emil didampingi oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, perwakilan Kementerian Pertanian RI, Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Perum Bulog Jatim, PT. Pupuk Indonesia Jatim, jajaran perangkat daerah provinsi Jatim dan jajaran Forkopimda Kabupaten Ponorogo. 

Dalam sambutannya, Emil menyampaikan kesiapan Jawa Timur menjadi pionir dalam mensukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. 

“Jatim memiliki modal kuat berupa potensi lahan, produktivitas tinggi, dan semangat luar biasa dari para petani. Ini menjadi dasar optimisme kami untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam kegiatan tanam serentak ini, para petani menggunakan alat tanam modern rice transplanter yang mampu mempercepat proses tanam, menjaga kerapatan, serta memastikan pola tanam yang seragam. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan hasil produksi.

“Modernisasi pertanian bukan hanya soal alat, tapi juga pola pikir dan keberlanjutan. Ini yang sedang kami dorong melalui pelatihan dan dukungan fasilitas bagi petani,” ujar Emil.

Untuk menjaga kesinambungan produksi, Pemprov Jatim terus mendorong percepatan tanam, khususnya di tengah curah hujan yang masih tinggi pada April, guna memastikan target panen tetap tercapai.

Per 22 April 2025, realisasi luas tanam padi di Jawa Timur telah mencapai 226.475 hektare atau 76,27 persen dari target 296.905 hektare pada bulan April. Capaian ini mencerminkan semangat dan kerja keras petani dalam memanfaatkan momentum musim tanam.

Berdasarkan amatan sementara Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, potensi luas panen padi di Jatim untuk periode Januari–Mei 2025 mencapai 964.768 hektare, meningkat 104.811 hektare (12,19 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara potensi produksi padi kumulatif periode tersebut mencapai 5.485.679 ton gabah kering giling (GKG), naik 575.935 ton (11,73 persen) dari tahun lalu.

Tahun 2024, Jatim mencatatkan produksi padi sebesar 9.270.435 ton GKG atau setara 5.352.936 ton beras, dengan luas panen mencapai 1.616.985 hektare. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai produsen padi terbesar ketiga nasional dengan kontribusi 17,44 persen terhadap total produksi nasional.

Oleh karena itu, Wagub Emil juga menggarisbawahi pentingnya kemandirian pangan sebagai strategi menghadapi dinamika global.

“Kemandirian pangan berarti kestabilan pasokan, peningkatan kesejahteraan petani, penguatan desa, dan pengurangan ketergantungan pada pangan impor. Ini adalah pondasi ketahanan bangsa,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan sinergi seluruh elemen, baik petani, pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh pertanian, hingga pelaku usaha sektor pangan.

“Jawa Timur siap berkolaborasi dan menjadi bagian penting dalam gerakan nasional ini. Kami ingin menjadi pionir dalam mewujudkan swasembada pangan yang nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya

Selain melaksanakan tanam serentak, Wagub Emil bersama Bupati Sugiri juga melakukan Panen Raya di area persawahan seluas 291 hektare dengan varietas padi MT-2. Panen dilakukan menggunakan metode combine harvester, yakni alat pemanen modern yang mampu mempercepat proses panen sekaligus meminimalisasi kehilangan hasil panen

Sebagai penutup, Emil menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian atas inisiasi gerakan nasional ini. Gerakan tanam serentak di 14 provinsi dinilainya sebagai momentum strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan prioritas utama pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan nasional. Ia juga mengapresiasi semangat para petani Indonesia yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan. Presiden berharap gerakan ini terus berlanjut secara berkelanjutan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. 

“Indonesia tidak hanya swasembada pangan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Sekarang kita sudah bisa bantu negara lain, ini sesuatu yang membanggakan bagi diri saya,” tegasnya. 

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua unsur, baik Kementerian Pertanian, Pemerintah daerah, kelompok tani dan semua stakeholder karena telah bahu-membahu mengangkat pangan untuk bangsa Indonesia, kalau pangan kita aman, negara kita aman, ” tandasnya. 

Baca Lainnya

BI Mengajar 2026 di SMAN Taruna Nala, Khofifah dan Destry Damayanti Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Zaman

3 August 2026 - 01:45 WIB

HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat

1 August 2026 - 02:37 WIB

Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat

31 July 2026 - 08:07 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis