Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Optimis Produk UKM Jatim Mampu Bersaing dan Berjaya di Pasar Internasional Gubernur Khofifah Berbelasungkawa atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Perkuat Transportasi Inklusif di Malang Raya, Gubernur Khofifah Buka Rute Baru Trans Jatim Koridor II Di AMSI Awards 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Kejujuran Media di Era Post-Truth Capai Akreditasi Internasional JCI Ketiga Kalinya, RSUD Dr Soetomo Dipuji Gubernur Khofifah Perkuat Komunikasi dan Ruang Aman Pesantren, Halaqah Santri Digital Jatim 2026 Siapkan Deklarasi Bersama

Politik & Pemerintahan

PPI Australia Dukung Langkah Moratorium Kunjungan Kerja DPR ke Luar Negeri

badge-check


PPI Australia Dukung Langkah Moratorium Kunjungan Kerja DPR ke Luar Negeri Perbesar

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto, dalam pernyataan bersama dengan para ketua umum partai politik di parlemen sepakat menghapus besaran tunjangan anggota DPR RI serta menerapkan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Kepala Negara di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025) lalu, sebagai respons atas aspirasi publik terkait dinamika demonstrasi di berbagai daerah.

Menurut Presiden Prabowo, para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR RI, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

“Tadi sudah saya sampaikan, mereka pun sekarang sudah akan segera melakukan pencabutan terhadap beberapa kebijakan di DPR RI. Tadi saya sudah sampaikan, besaran tunjangan kepada anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja luar negeri sudah segera mereka tindak lanjuti,” kata Presiden.

Dalam pernyataan resminya, Presiden menegaskan bahwa DPR RI akan segera membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat.

“Saya juga akan meminta pimpinan DPR RI untuk segera mengundang tokoh-tokoh masyarakat, tokoh mahasiswa, dan kelompok-kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi, agar bisa diterima dengan baik dan berdialog langsung,” kata Prabowo.

Kepala Negara menambahkan, usulan lain dari masyarakat juga akan ditindaklanjuti melalui mekanisme delegasi yang diterima langsung oleh DPR RI.

Sementara itu, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPI) dalam surat terbuka yang ditandatangani Ketua Umum PPI Australia, Wildan Ali di Canberra, menyampaikan rasa kecewa dan mengecam tindakan sejumlah anggota Komisi XI DPR RI yang lebih memilih untuk berada di Australia. Sedangkan, pada saat bersamaan rakyat Indonesia sedang menyuarakan aspirasi dan melakukan demonstrasi menggugat kinerja serta perilaku sejumlah anggota DPR RI.

Terlebih lagi, jika memang betul kunjungan ke Sydney, Australia merupakan sebuah kunjungan kerja, maka publik berhak bertanya mengapa durasi kunjungan kerja hingga akhir pekan, padahal semua orang tahu bahwa tidak ada aktivitas kantor di Australia pada hari Sabtu dan Minggu, sehingga kegiatan bilateral antar negara tidak mungkin dilaksanakan.

“Mengapa anggota dewan justru ikut serta dalam kegiatan non-kerja seperti ajang Sydney Marathon dan wisata ke Blue Mountain dan Scenic World & Echo Point,” sebut Wildan dalam surat terbuka yang diterima di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Tindakan-tindakan tersebut jelas PPI bukan hanya bertolak belakang dengan rencana pemerintah melakukan efisiensi anggaran, tetapi juga memperlihatkan gaya hidup bermewah-mewahan di tengah derita rakyat.

Kalaupun menggunakan uang pribadi, PPI merasa hal itu tetap tidak pantas mengingat kondisi negara saat ini sedang tidak baik-baik saja. “Sikap demikian jelas memperlihatkan hilangnya empati terhadap penderitaan dan kemarahan rakyat Indonesia,” sebut PPI.

Diketahui, sejumlah Anggota Komisi XI DPR-RI, Panja, dan Mitra Kerja Komisi XI-DPR-RI pekan lalu melakukan kunjungan kerja ke Australia.

Ketua Komisi XI DPR, Ahmad Misbakhun mengaku selama beberapa hari di Sydney pihaknya bertemu kantor representative Bank BUMN hingga Reserve Bank of Australia (RBA).

Pada akhirnya, PPI pun meminta delegasi Komisi XI DPR RI memberikan penjelasan secara langsung dan terbuka kepada rakyat terkait tujuan, manfaat, dan anggaran kegiatan ini, serta meminta pertanggungjawaban dari anggota yang terlibat.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga

24 October 2026 - 02:13 WIB

Soroti Serapan 24,46 Juta Pekerja Jatim, Gubernur Khofifah Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri Besutan Kapolri

17 October 2026 - 12:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya

14 October 2026 - 07:07 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan