Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak MUI Jatim Gunakan TI untuk Perluas Jangkauan Dakwah dan Sosialisasi Fatwa Perkuat Jatim Cerdas dan Jatim Harmoni, Biro Adpim Jatim Dorong Kolaborasi Pentahelix Pasca-Halaqah Santri Digital Gubernur Khofifah Optimis Produk UKM Jatim Mampu Bersaing dan Berjaya di Pasar Internasional Gubernur Khofifah Berbelasungkawa atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Perkuat Transportasi Inklusif di Malang Raya, Gubernur Khofifah Buka Rute Baru Trans Jatim Koridor II Di AMSI Awards 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Kejujuran Media di Era Post-Truth

Politik & Pemerintahan

Menteri ATR Dorong Kepala Daerah Terapkan Administrasi Pertanahan Modern

badge-check


Menteri ATR Dorong Kepala Daerah Terapkan Administrasi Pertanahan Modern Perbesar

Semarang – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, meminta pemerintah daerah di Jawa Tengah aktif mendorong penerapan administrasi pertanahan modern. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bersama gubernur, bupati, dan wali kota se-Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (17/4/2025).

Dalam paparannya, Menteri Nusron menekankan empat klaster utama administrasi pertanahan modern: kepastian hukum atas tanah (land tenure), penilaian nilai tanah (land value), peruntukan dan pemanfaatan tanah (land use), serta pengembangan tanah (land development).

“Empat aspek ini kunci menciptakan sistem pertanahan yang modern dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta investasi daerah,” tegasnya.

Salah satu sorotan Nusron adalah pentingnya peran kepala desa dalam mencegah konflik agraria. Validitas dokumen awal seperti Surat Keterangan Tanah (SKT) kerap menjadi sumber sengketa karena data yang tidak akurat.

“Konflik tanah sering dimulai dari SKT yang tidak valid. Kepala desa harus memastikan keabsahan dokumen ini,” ujarnya.

Terkait land value, Nusron menyoroti pentingnya sinkronisasi antara Zona Nilai Tanah (ZNT) dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Ia berharap pemerintah daerah turut aktif menggunakan dan menyosialisasikan data ZNT yang diperbarui setiap tiga tahun sebagai rujukan nilai tanah.

Ia juga menyinggung rendahnya capaian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jawa Tengah, yang menurutnya terkendala beban pajak BPHTB. Nusron mengajak kepala daerah mencontoh kebijakan Jawa Timur yang membebaskan BPHTB untuk warga miskin penerima sertifikat PTSL.

“Langkah ini nyata menunjukkan keberpihakan pada masyarakat. Kami harap daerah lain bisa mengikuti,” ujarnya.

Menteri Nusron juga mendorong percepatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan pengendalian pembangunan yang sesuai dengan tata ruang dan memperhatikan isu lingkungan melalui KKPR dan PBG.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga

24 October 2026 - 02:13 WIB

Soroti Serapan 24,46 Juta Pekerja Jatim, Gubernur Khofifah Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri Besutan Kapolri

17 October 2026 - 12:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya

14 October 2026 - 07:07 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan