Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Optimis Produk UKM Jatim Mampu Bersaing dan Berjaya di Pasar Internasional Gubernur Khofifah Berbelasungkawa atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Perkuat Transportasi Inklusif di Malang Raya, Gubernur Khofifah Buka Rute Baru Trans Jatim Koridor II Di AMSI Awards 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Kejujuran Media di Era Post-Truth Capai Akreditasi Internasional JCI Ketiga Kalinya, RSUD Dr Soetomo Dipuji Gubernur Khofifah Perkuat Komunikasi dan Ruang Aman Pesantren, Halaqah Santri Digital Jatim 2026 Siapkan Deklarasi Bersama

Politik & Pemerintahan

RI Ajak Mauritania Tangani Isu Palestina

badge-check


RI Ajak Mauritania Tangani Isu Palestina Perbesar

Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengundang Mauritania untuk bersama-sama menangani isu Palestina dan konflik di kawasan Timur Tengah melalui kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Hal tersebut disampaikan Sugiono, saat menerima kunjungan perpisahan dari Duta Besar Mauritania Weddady Ould Sidi Haiba, melalui keterangan resmi, seperti dilansir laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kamis (26/6/2025).

Sugiono  mengusulkan penguatan kerja sama dengan Mauritania dalam bidang perdagangan, investasi, pembangunan berkelanjutan dan sosial budaya serta mendukung saling kunjungan antar pejabat kedua negara.

Menlu RI  menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Dubes Haiba selama masa tugasnya di Indonesia sejak 15 Februari 2024.

Dubes Haiba dinilai telah membina hubungan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Mauritania dengan baik.

Sebagai tanggapan, Dubes Haiba juga memberikan apresiasi dan mendukung peranan Indonesia dalam menangani isu Palestina di forum internasional.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Mauritania memiliki arti penting mengingat Mauritania merupakan negara mayoritas Muslim yang memiliki potensi strategis sebagai hub ekonomi di kawasan Sahel, Afrika.

Selain itu, Mauritania juga merupakan salah satu negara penerima hibah Indonesia dalam skema kerja sama Selatan-Selatan.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mauritania secara resmi dibuka melalui penandatanganan Joint Communique Concerning the Establishment of Diplomatic Relations di New York pada 26 September 2011.

Misi diplomasi Indonesia di Mauritania saat ini dirangkap oleh KBRI di Rabat, Maroko, yang dibantu oleh Konsul Kehormatan RI di Nouakchott, ibu kota Mauritania, sementara Mauritania telah membuka kedutaan besarnya di Jakarta sejak 2020.

Mauritania merupakan salah satu dari 57 negara anggota OKI yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

OKI adalah organisasi internasional yang anggotanya terdiri dari negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim dan bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama antara negara anggota di berbagai bidang, serta melindungi kepentingan dan hak-hak umat Islam di seluruh dunia.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga

24 October 2026 - 02:13 WIB

Soroti Serapan 24,46 Juta Pekerja Jatim, Gubernur Khofifah Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri Besutan Kapolri

17 October 2026 - 12:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya

14 October 2026 - 07:07 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan