Menu

Dark Mode
Khofifah Tegaskan Peran Strategis Ibu dalam Menjaga Ketahanan Bangsa di Tengah Ancaman Perang Dunia Gubernur Khofifah Teken PKS PSEL Disaksikan Menteri LH, Dorong Kolaborasi Daerah Wujudkan Energi dari Limbah Pesonas 2026 Didorong Jadi Ajang Inklusivitas Nasional Gubernur Khofifah Perkuat Kolaborasi dengan Perhutani, Wujudkan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan dan Produktif Kedubes Hongaria Promosikan Budaya Lewat Sajian Kuliner Autentik Indikator Membaik, Menkeu Pastikan Ekonomi RI Tidak Suram

Ekonomi & Bisnis

Indonesia Menuju Nol Emisi dan Lumbung Pangan Dunia, Kata Prabowo di PBB

badge-check


Indonesia Menuju Nol Emisi dan Lumbung Pangan Dunia, Kata Prabowo di PBB Perbesar

Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa Indonesia mencatat produksi beras dan cadangan pangan tertinggi dalam sejarah.

Ia menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada beras dan mulai mengekspor ke negara-negara yang membutuhkan, termasuk Palestina. “Kami membangun rantai pasok pangan yang tangguh, memperkuat produktivitas petani, berinvestasi dalam pertanian cerdas iklim demi menjamin ketahanan pangan bagi anak-anak kita dan anak-anak dunia. Kami yakin, dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).

Presiden juga menyoroti keseriusan Indonesia dalam menghadapi krisis iklim. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia telah merasakan langsung dampak kenaikan permukaan laut. “Di pantai utara Ibu Kota, permukaan laut naik lima sentimeter setiap tahun. Bayangkan dalam sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Karena itu, kami membangun tanggul laut raksasa sepanjang 480 kilometer. Mungkin butuh 20 tahun, tapi kami tidak punya pilihan,” jelasnya.

Untuk itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memilih menghadapi perubahan iklim bukan dengan slogan, melainkan dengan langkah konkret. Indonesia berkomitmen untuk memenuhi target Perjanjian Paris 2015 dan mencapai emisi nol bersih sebelum tahun 2060.

Pemerintah juga menargetkan reforestasi terhadap 12 juta hektare hutan rusak, menekan degradasi lingkungan, dan memberdayakan masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja hijau yang berkualitas. “Indonesia bergerak dari pembangunan berbasis bahan bakar fosil ke pembangunan berbasis energi terbarukan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mengangkat seluruh warga dari kemiskinan dan menjadikan Indonesia sebagai pusat solusi global untuk pangan, energi, dan air.

Presiden menekankan pentingnya solidaritas dan aksi kolektif global dalam menjawab krisis kemanusiaan dan tantangan peradaban modern. “Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak lagi menderita karena harus, tetapi hidup dengan keadilan yang pantas mereka dapatkan,” ujar Kepala Negara.

Pidato ditutup dengan seruan kepada para pemimpin dunia untuk bangkit dan memenuhi tanggung jawab sejarah, menggunakan ilmu pengetahuan demi membangun dunia yang damai dan berkeadilan.

Presiden Prabowo berpidato dalam Sidang Umum PBB ke-80 setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.

Baca Lainnya

Indikator Membaik, Menkeu Pastikan Ekonomi RI Tidak Suram

28 March 2026 - 05:49 WIB

Menkeu Percayakan Jabatan Sekjen kepada Robert Marbun

28 March 2026 - 05:42 WIB

Gubernur Khofifah Bersama BNPB Antisipasi El Nino, Siapkan Sumur Dalam dan Distribusi Air untuk Cegah Dampak Kekeringan

28 March 2026 - 02:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis