Menu

Dark Mode
Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar Gubernur Khofifah Buka Kesempatan bagi 4.000 Warga Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi IKA UNAIR Didorong Jadi Penggerak Kolaborasi Lintas Daerah hingga Internasional, Gubernur Khofifah: Jejaring adalah Kekuatan Besar Raih Anugerah Bintang LVRI, Khofifah Tekankan Semangat Veteran Harus Diwujudkan dalam Pengabdian Masa Kini Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

Ekonomi & Bisnis

Indonesia Menuju Nol Emisi dan Lumbung Pangan Dunia, Kata Prabowo di PBB

badge-check


Indonesia Menuju Nol Emisi dan Lumbung Pangan Dunia, Kata Prabowo di PBB Perbesar

Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa Indonesia mencatat produksi beras dan cadangan pangan tertinggi dalam sejarah.

Ia menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada beras dan mulai mengekspor ke negara-negara yang membutuhkan, termasuk Palestina. “Kami membangun rantai pasok pangan yang tangguh, memperkuat produktivitas petani, berinvestasi dalam pertanian cerdas iklim demi menjamin ketahanan pangan bagi anak-anak kita dan anak-anak dunia. Kami yakin, dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).

Presiden juga menyoroti keseriusan Indonesia dalam menghadapi krisis iklim. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia telah merasakan langsung dampak kenaikan permukaan laut. “Di pantai utara Ibu Kota, permukaan laut naik lima sentimeter setiap tahun. Bayangkan dalam sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Karena itu, kami membangun tanggul laut raksasa sepanjang 480 kilometer. Mungkin butuh 20 tahun, tapi kami tidak punya pilihan,” jelasnya.

Untuk itu, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memilih menghadapi perubahan iklim bukan dengan slogan, melainkan dengan langkah konkret. Indonesia berkomitmen untuk memenuhi target Perjanjian Paris 2015 dan mencapai emisi nol bersih sebelum tahun 2060.

Pemerintah juga menargetkan reforestasi terhadap 12 juta hektare hutan rusak, menekan degradasi lingkungan, dan memberdayakan masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja hijau yang berkualitas. “Indonesia bergerak dari pembangunan berbasis bahan bakar fosil ke pembangunan berbasis energi terbarukan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mengangkat seluruh warga dari kemiskinan dan menjadikan Indonesia sebagai pusat solusi global untuk pangan, energi, dan air.

Presiden menekankan pentingnya solidaritas dan aksi kolektif global dalam menjawab krisis kemanusiaan dan tantangan peradaban modern. “Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak lagi menderita karena harus, tetapi hidup dengan keadilan yang pantas mereka dapatkan,” ujar Kepala Negara.

Pidato ditutup dengan seruan kepada para pemimpin dunia untuk bangkit dan memenuhi tanggung jawab sejarah, menggunakan ilmu pengetahuan demi membangun dunia yang damai dan berkeadilan.

Presiden Prabowo berpidato dalam Sidang Umum PBB ke-80 setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.

Baca Lainnya

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Kunjungan Armada Angkatan Laut RRT ke Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Potensi Kerja Sama Teknologi Maritim

6 August 2026 - 07:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis