Menu ✖

Dark Mode
Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah Siapkan Rp600 Miliar Mulai 2027, Gubernur Khofifah Tekankan Efisiensi Budget Pilgub Jatim Gubernur Khofifah Puji Keberanian Pesepeda Ride for Palestine Bawa Pesan Perdamaian ke Jakarta Gubernur Khofifah Sediakan Pangan Murah di Desa Jatiadi demi Jaga Daya Beli Warga Hasil Misi Dagang Makassar Rp5,693 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Tumbuh Bersama Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu

Sosial & Budaya

Wamendagri Ungkap Alasan Pemilihan Banyuwangi Jadi Uji Coba Digitaliasi Bansos

badge-check


Wamendagri Ungkap Alasan Pemilihan Banyuwangi Jadi Uji Coba Digitaliasi Bansos Perbesar

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan, memilih Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur untuk uji coba pendaftaran Digitalisasi Bantuan Sosial adalah pilihan yang sangat tepat, karena infrastruktur digitalisasi memadai dan komitmen  dari pemimpinnya.

Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai percontohan dalam pelaksanaan pendaftaran bantuan sosial nasional berbasis digital yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto mengentas kemiskinan. Uji coba pendaftaran Digitalisasi Bansos di Banyuwangi berlangsung sejak 18 September 2025.

“Karena ini bisa dipastikan Insya Allah berhasil, maka bisa menginspirasi daerah lain. Kami berharap Ibu Bupati Ipuk berbagi pengalaman ke daerah, nanti kami undang ke Kemendagri,” kata Wamendagri Bima Arya, melalui keterangan resmi, usai kunjungan kerja di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Kamis (2/10/2025).

Di kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebukan sejak 18 September hingga 2 Oktober 2025 uji coba pendaftaran digitalisasi bansos, jumlah warga Banyuwangi yang mendaftar secara mandiri maupun melalui pendamping atau agen telah mencapai sekitar 259 ribu orang. “Kami sudah melihat sendiri bagaimana progresnya, sudah lancar dan lebih dari target progres yang ditetapkan. Tidak salah kami pilih Banyuwangi sebagai percontohan, selain karena infrastruktur digitalisasinya sudah memadai, pemerintahannya terbiasa dengan sistem digital,” katanya.

Gus Ipul, sapaan Mensos Saifullah Yusuf, juga mengapresiasi upaya Pemkab Banyuwangi yang turut menjadikan ASN, pimpinan OPD, lurah, kepala desa, operator desa hingga dasa wisma menjadi agen Perlinsos untuk memperluas jangkauan pendaftaran masyarakat yang membutuhkan. “Digitalisasi bantuan sosial ini merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, agar penyalurannya lebih cepat, transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.

Mensos menegaskan, hasil dari proses uji coba pendaftaran bansos berbasis digital di Banyuwangi ini nantinya akan dievaluasi dan direplikasi ke seluruh wilayah di Indonesia. “Kami uji coba di sana (Desa Gombengsari), orang daftar sebentar langsung bisa masuk. Dua menit prosesnya selesai,” kata Gus Ipul.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh pemerintah pusat, dan Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk menyukseskan setiap program prioritas pemerintah pusat. “Apabila program bansos digital ini berhasil, masyarakat akan sangat diuntungkan, karena bansos ini akan lebih tepat sasaran dan akuntabilitasnya juga terjaga,” katanya.

Baca Lainnya

Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah

6 November 2026 - 10:54 WIB

Gubernur Khofifah Puji Keberanian Pesepeda Ride for Palestine Bawa Pesan Perdamaian ke Jakarta

6 November 2026 - 02:52 WIB

Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu

4 November 2026 - 08:23 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya