Menu

Dark Mode
Raih Anugerah Bintang LVRI, Khofifah Tekankan Semangat Veteran Harus Diwujudkan dalam Pengabdian Masa Kini Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat Gubernur Khofifah: Transportasi Publik dan Digitalisasi Harus Berjalan Beriringan BAZNAS Jatim Siapkan Nawa Pradana, Gubernur Khofifah Tekankan Zakat sebagai Instrumen Transformasi Sosial Gubernur Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Isi Kemerdekaan dengan Prestasi, Inovasi, dan Karakter Kuat

Ekonomi & Bisnis

UMKM dan Multilateralisme Jadi Pilar Pertumbuhan Inklusif APEC 2025

badge-check


UMKM dan Multilateralisme Jadi Pilar Pertumbuhan Inklusif APEC 2025 Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) serta kerja sama multilateral dalam menghadapi kejahatan lintas batas merupakan kunci menuju kawasan Asia Pasifik yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Jumat (31/10/2025).

Presiden Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan menyejahterakan semua pihak. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta perlu berorientasi pada ekonomi yang berpusat pada rakyat. “APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua orang sehingga tidak ada satu pun perekonomian yang tertinggal. Kolaborasi pemerintah-swasta perlu berorientasi pada kerja sama dan ekonomi yang berpusat pada rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga memaparkan langkah nyata yang telah dilakukan Indonesia dalam memperkuat perekonomian rakyat melalui program nasional pemberdayaan UMKM dan koperasi, termasuk peningkatan akses digital dan keuangan untuk membantu pelaku UMKM terintegrasi ke dalam rantai nilai global. “Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini melalui program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi untuk mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” ungkap Presiden RI.

Selain menyoroti sektor ekonomi, Presiden Prabowo juga mengingatkan tentang ancaman kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika, yang dapat mengancam stabilitas ekonomi kawasan jika tidak ditangani secara kolektif. “Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian. Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan ancaman nyata bagi masa depan perekonomian kita,” tegas Kepala Negara.

Presiden RI juga menambahkan bahwa Indonesia saat ini terus berupaya memerangi korupsi dan praktik bisnis tidak sehat yang menghambat pertumbuhan ekonomi riil. Dengan pengalaman tersebut, Indonesia siap berperan sebagai “bridge builder” (jembatan penghubung) antara ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan global. “Kami memerangi korupsi, penipuan, dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil. Pengalaman ini menempatkan Indonesia sebagai penghubung ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan ke depan,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo menutup pidatonya dengan ajakan untuk memperkuat kerja sama nyata di bawah semangat multilateralisme, guna memastikan bahwa APEC memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat di kawasan Asia Pasifik. “Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan ini,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Kunjungan Armada Angkatan Laut RRT ke Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Potensi Kerja Sama Teknologi Maritim

6 August 2026 - 07:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis