Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa kualitas penduduk adalah fondasi utama transformasi bangsa di era bonus demografi.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan commitment statement secara virtual dalam acara Launching Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2025–2029 yang diselenggarakan Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, pada Rabu (19/11/2025).
“Di era bonus demografi sekarang ini kita harus bekerja keras untuk memastikan SDM Indonesia adalah SDM yang sehat, unggul, produktif, guna mendorong transformasi ekonomi berbasis pengetahuan, inovasi, dan kompetitif di tingkat global,” kata Pratikno seperti yang dikutip InfoPublik Kamis (20/11/2025).
Lanjutnya, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus mengelola kuantitas penduduk, meningkatkan kualitas penduduk, memperkuat ketahanan keluarga, memastikan inklusi sosial, serta menata persebaran penduduk secara berkelanjutan.
“Kita harus menjaga angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) agar tetap seimbang pada replacement level, meningkatkan partisipasi perempuan pada angkatan kerja, serta menyiapkan skema silver economy untuk memberdayakan lanjut usia (lansia). Semua ini harus dilaksanakan secara holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Pratikno.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak hingga PJPK 2025–2029 dapat dirampungkan sebagai pedoman teknis pembangunan kependudukan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan kependudukan dengan target-target pembangunan nasional.
Pratikno berharap PJPK menjadi dokumen terarah dan terukur serta menjamin sinergi seluruh pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah.
“Mari kita jadikan pedoman ini sebagai dokumen yang terarah dan terukur. Menjamin sinergi seluruh pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah demi terwujudnya penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.



















