Menu ✖

Dark Mode
Hasil Misi Dagang Makassar Rp5,693 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Tumbuh Bersama Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu Gubernur Khofifah Dorong Investasi Ekologis Lewat Penanaman 8.100 Mangrove Berbuah Rekor MURI Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp1 Juta per Murid dan Tanam 100 Pohon di Kota Probolinggo Gubernur Khofifah Sapa Warga Paciran Lamongan dan Serahkan Bantuan Pangan Gratis di Pasar Murah ke-220 Gubernur Khofifah Hadir Langsung di Pronojiwo Lumajang, Serahkan Santunan dan Bantuan Renovasi Rumah Terdampak Longsor

Sosial & Budaya

Penguatan Nilai Bela Negara Jadi Sorotan, Gubernur Khofifah Raih Apresiasi Forum Pimred Multimedia Indonesia

badge-check


Penguatan Nilai Bela Negara Jadi Sorotan, Gubernur Khofifah Raih Apresiasi Forum Pimred Multimedia Indonesia Perbesar

SURABAYA, 23 DESEMBER 2025 –  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Tingkat Provinsi Bidang Inovasi Regulasi Nilai-Nilai Bela Negara dari Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI). 

Penghargaan diserahkan Ketua Umum Forum Pimred Bernadus Wilson Lumi kepada Gubernur Khofifah yang diwakili oleh Kepala Bakesbangpol Prov. Jatim Eddy Supriyanto di Bandung, Senin (22/12) malam. 

Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya penghargaan ini akan menjadi komitmen aksi nyata bela negara sekaligus penyulut motivasi untuk lebih giat menghasilkan inovasi dengan tetap memperkuat nilai-nilai untuk mencintai bangsa dan membela negara.

"Penghargaan ini bukan hanya soal penghargaan, tapi juga bentuk ajakan agar semangat bela negara hidup di semua lini baik sektor pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," ujarnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (23/12). 

“Maka bela negara harus diwujudkan dalam langkah dan kontribusi nyata di lini masing-masing,” imbuhnya. 

Lebih lanjut Gubernur Khofifah pun menegaskan Hari Bela Negara yang baru saja diperingati bersama menjadi pengingat akan tanggung jawab memajukan bangsa. Sebab bangsa dan negara Indonesia adalah milik bersama bukan hanya pribadi atau segelintir golongan. 

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang lahir dari masyarakat yang saling menghormati dan bekerja sama demi kebaikan serta kemajuan bersama,” tegasnya.

"Negara ini adalah rumah yang harus dijaga bersama, tidak hanya di Hari Bela Negara, tapi setiap saat.Bela negara berarti melindungi satu sama lain," ungkapnya. 

Gubernur Khofifah mencontohkan, Bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mengajarkan semua bangsa dan masyarakat memiliki kepekaan, kepedulian untuk saling membantu terhadap sesama sebagai wujud persatuan dan kesatuan. Bela negara hadir dalam bentuk empati terhadap sesama terutama menjaga kelestarian alam sekitar.

"Setiap kontribusi, sekecil apa pun, punya arti besar bagi kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia," tegasnya. 

Secara khusus, Gubernur Khofifah menekankan bahwa bela negara tidak lagi dimaknai secara sempit sebagai angkat senjata, melainkan diwujudkan melalui kontribusi nyata sesuai peran dan profesi masing-masing warga negara.

“Semangat bela negara harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di tempat kerja, di ruang kelas, maupun di ruang digital. Bela negara adalah tentang disiplin, integritas, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan nasional,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan aparatur sipil negara (ASN), untuk menjadikan nilai-nilai bela negara sebagai karakter dalam bekerja dan berkarya. 

Di sisi lain, Ketua Umum Forum Pimred Bernadus Wilson Lumi mengungkapkan, di tengah derasnya arus informasi global, Forum Pimred ingin menegaskan peran media bukan sekadar penyampai berita, tetapi juga penjaga nilai kebangsaan.

Melalui Apresiasi Bela Negara, pihaknya menegaskan komitmennya bahwa membela negara hari ini tidak lagi hanya berarti mengangkat senjata, melainkan menjaga integritas, menebar optimisme, dan memastikan kebenaran tetap hidup dalam ruang publik.

Dengan begitu, peringatan Hari Bela Negara tahun ini tak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menyalakan kembali api nasionalisme dari ruang redaksi hingga ruang publik.

Ia menyebut, untuk instansi pemerintah, penghargaan didasarkan pada aspek penilaian utamanya implementasi nilai bela negara dalam pelayanan publik, kepatuhan regulasi, serta partisipasi sosial masyarakat.

Serta indikator penilaian lain meliputi program pembinaan generasi muda, pendidikan Pancasila, serta kegiatan bela negara di daerah, disertai inovasi dan kolaborasi aktif dengan TNI–Polri.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pemprov dan BAZNAS dalam Program Rutilahu

4 November 2026 - 08:23 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Investasi Ekologis Lewat Penanaman 8.100 Mangrove Berbuah Rekor MURI

4 November 2026 - 01:41 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp1 Juta per Murid dan Tanam 100 Pohon di Kota Probolinggo

3 November 2026 - 12:47 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya