Jakarta — Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dengan nilai investasi mencapai Rp123 triliun. Proyek strategis ini dinilai menjadi fondasi penting dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus meningkatkan kapasitas pengolahan energi di dalam negeri.
RDMP Kilang Balikpapan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas produksi kilang, sehingga mampu menghasilkan produk BBM yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.
Melalui proyek ini, kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan ditingkatkan secara signifikan, sekaligus memperkuat efisiensi operasional dan daya saing industri energi nasional. Pemerintah menilai modernisasi kilang menjadi langkah krusial dalam menjaga stabilitas pasokan energi di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi global.
Selain memperkuat ketahanan energi, RDMP Kilang Balikpapan juga memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah industri dalam negeri, hingga penguatan ekosistem usaha pendukung di sektor energi dan konstruksi.
Pemerintah menegaskan bahwa investasi besar di sektor pengolahan energi ini sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian energi nasional yang berkelanjutan. Dengan kilang yang lebih modern dan berkapasitas besar, Indonesia diharapkan mampu menekan defisit neraca energi serta meningkatkan efisiensi distribusi BBM ke berbagai wilayah.
RDMP Kilang Balikpapan juga diproyeksikan menjadi model pengembangan kilang nasional ke depan, dengan penekanan pada pemanfaatan teknologi modern, peningkatan efisiensi, dan prinsip keberlanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi nasional.
Sumber: InfoPublik.id











