Jakarta – Sejumlah ekonom menilai penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menjadi momentum strategis untuk melakukan pembenahan struktur pasar saham Indonesia. Koreksi IHSG dipandang tidak semata dipicu sentimen jangka pendek, tetapi juga mencerminkan adanya persoalan struktural yang perlu diperbaiki secara menyeluruh.
Para ekonom menyoroti bahwa pasar saham nasional masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kedalaman pasar, dominasi kelompok investor tertentu, serta tingginya sensitivitas terhadap dinamika global. Dalam konteks ini, koreksi IHSG dinilai dapat menjadi peluang bagi regulator dan pelaku pasar untuk memperkuat fondasi pasar modal agar lebih sehat dan berkelanjutan.
Momentum tersebut juga dinilai tepat untuk mendorong peningkatan kualitas emiten, memperkuat transparansi informasi, serta memperbaiki perlindungan terhadap investor. Dengan struktur pasar yang lebih kokoh, pasar saham Indonesia diharapkan lebih tahan terhadap gejolak eksternal maupun perubahan kondisi ekonomi global.
Selain itu, penguatan basis investor domestik serta peningkatan literasi keuangan masyarakat dipandang sebagai faktor penting dalam pembenahan struktur pasar saham. Partisipasi investor ritel yang lebih berkualitas diyakini dapat membantu meningkatkan stabilitas pasar dalam jangka panjang.
Ke depan, perbaikan struktur pasar saham diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat peran pasar modal sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan nasional. Dengan pembenahan yang dilakukan secara konsisten, pasar saham Indonesia diyakini dapat tumbuh lebih tangguh dan berdaya saing.
Sumber: Infopublik.id











