Menu

Dark Mode
Perkuat Akhlak di Era Digital, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial IKA UNAIR Salurkan 100 Kardus Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Gubernur Khofifah Tekankan Prioritas Kelompok Rentan Gubernur Khofifah Terharu Dengarkan Kisah Warga Terdampak Gempa, Pastikan Dukungan Jatim Terus Berlanjut Pendampingan Psikososial Jadi Perhatian, Gubernur Khofifah Dorong Lansia Terdampak Gempa Kembali Merasa Aman 65,7 Ton Logistik Dikirim ke Manggarai, Gubernur Khofifah Pastikan Bantuan Sesuai Kebutuhan Warga Terdampak Dari Pengungsian Manggarai, Khofifah Pastikan Anak Korban Gempa Dapat Pendampingan Psikososial

Ekonomi & Bisnis

Kebijakan WFH ASN Resmi Berlaku Seminggu Sekali

badge-check


Kebijakan WFH ASN Resmi Berlaku Seminggu Sekali Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah menetapkan kebijakan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menerapkan sistem work from home (WFH) setiap hari Jumat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk merespons dinamika global, khususnya dalam efisiensi energi dan penguatan sistem kerja yang lebih adaptif.

Penerapan WFH satu hari dalam sepekan bertujuan mengurangi mobilitas harian ASN, sehingga diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini dinilai relevan di tengah tekanan harga energi global yang dipengaruhi kondisi geopolitik internasional.

Selain itu, WFH juga diharapkan mempercepat transformasi digital di lingkungan birokrasi. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan sistem kerja daring, ASN tetap dapat menjalankan tugas tanpa harus hadir di kantor, selama tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berlaku untuk semua sektor. Layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti kesehatan, keamanan, dan operasional penting lainnya, tetap harus dilakukan secara langsung (luring) agar kualitas pelayanan tetap terjaga.

Untuk sektor swasta, pemerintah hanya memberikan imbauan tanpa kewajiban, agar perusahaan dapat menyesuaikan kebijakan kerja fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing.

Di sisi lain, penerapan WFH setiap Jumat juga diperkirakan memberi dampak positif bagi ekonomi domestik. Waktu yang lebih fleksibel berpotensi meningkatkan konsumsi rumah tangga serta mendorong aktivitas ekonomi di beberapa sektor.

Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan kebijakan ini tidak menurunkan produktivitas ASN, melainkan justru meningkatkan efisiensi dan kinerja birokrasi.

Dengan demikian, kebijakan WFH setiap Jumat diharapkan mampu menciptakan sistem kerja pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap berbagai tantangan global.

Baca Lainnya

Pasar Murah dan Pembagian Bendera Meriahkan HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah: Pemerintah Harus Hadir

16 August 2026 - 12:03 WIB

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis