Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau, Harga Bahan Pokok di Lumbang Dipangkas Pemprov Jatim, Kemenhut, dan BMKG Perkuat Penanganan Kekeringan Lewat OMC, Gubernur Khofifah: Kolaborasi Jadi Kunci Dari Beasiswa hingga Modal Usaha, Gubernur Khofifah Bersama BAZNAS Jatim Hadirkan Dukungan bagi Mustahik Gubernur Khofifah Turun Langsung Tangani Kekeringan Pasuruan, 45 Tandon dan 500 Jeriken Disalurkan Jangkau 118 Titik di Jatim, Gubernur Khofifah Konsisten Jaga Daya Beli dan Ketahanan Pangan Masyarakat Bantu Warga Hadapi Kemarau Ekstrem, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Air Bersih Tetap Terpenuhi

Sosial & Budaya

Pendampingan Psikososial Jadi Perhatian, Gubernur Khofifah Dorong Lansia Terdampak Gempa Kembali Merasa Aman

badge-check


Pendampingan Psikososial Jadi Perhatian, Gubernur Khofifah Dorong Lansia Terdampak Gempa Kembali Merasa Aman Perbesar

MANGGARAI, 24 AGUSTUS 2026 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  hadir langsung ke Manggarai NTT harapkan tim layanan  dukungan psikososial mengoptimalkan pendampingan psikososial dan layanan kesehatan bagi warga terdampak gempa bumi, terutama kelompok rentan seperti lansia yang masih berada di lokasi pengungsian.

Hal tersebut dilakukannya saat menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Provinsi Jatim dan CSR di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai, Minggu (23/8).

“Bukan hanya kebutuhan logistik yang harus kita pikirkan. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial juga penting, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” kata Khofifah.

Untuk itu, Pemprov Jatim telah mengirimkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang terdiri dari 5 orang. Tim tersebut telah berada di lokasi selama 3 hari untuk memberikan pendampingan kepada warga terdampak, khususn6a anak anak dan lansia.

“Kami mengirim tim LDP, Layanan Dukungan Psikososial. Tim LDP ini ada 5 orang yang sudah 3 hari berada di sini. Ini tim trauma healing. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan penguatan kepada anak-anak, bapak-ibu dan lansia. Mereka membutuhkan waktu untuk mendapatkan pendampingan, konseling dan trauma healing,” ujarnya.

Khusus bagi lansia, pendampingan psikososial dilakukan dengan membantu mereka menenangkan perasaan, mengurangi kepanikan dan meredakan dampak stres setelah mengalami bencana. 

Tim juga menerapkan teknik _defusing_ dan _debriefing_ sebagai bagian dari pendampingan untuk mencegah munculnya secondary trauma atau trauma lanjutan.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan memberi ruang kepada lansia untuk menceritakan pengalaman yang mereka alami, sekaligus membantu mereka mengelola rasa takut dan kepanikan setelah gempa.

Khofifah mengatakan pendampingan psikososial tidak bisa dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan. Selama warga masih berada dalam situasi bencana dan pengungsian, dukungan tersebut perlu terus diberikan.

“Prosesnya tidak cukup hanya sekali. Penguatan, konseling dan trauma healing ini membutuhkan waktu. Karena itu, selama masih dalam situasi bencana dan pengungsian, pendampingan perlu terus dilakukan agar anak-anak, bapak-ibu dan lansia bisa kembali kuat,” katanya.

Selain dukungan psikososial, Khofifah juga turut memastikan bahwa lansia di pengungsian tetap mendapatkan layanan kesehatan. Sebab mereka perlu dipantau karena berada dalam situasi pengungsian setelah mengalami gempa.

Pemprov Jatim sebelumnya juga telah mengirimkan 7 dokter ortopedi serta 10 dokter dan perawat untuk membantu pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng. Selain itu, sebanyak 14 jenis obat-obatan yang dibutuhkan warga di pengungsian turut dikirim untuk mendukung penanganan kesehatan di lapangan.

“Untuk para lansia, mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan. Kita berharap layanan kesehatan bisa berjalan dengan baik sehingga mereka merasa lebih aman dan tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini,” katanya.

Khofifah mengatakan penanganan warga terdampak membutuhkan gotong royong berbagai pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dunia usaha dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk membantu proses pemulihan.

“Kita semua bersaudara. Mudah-mudahan yang sakit segera sembuh dan seluruh warga diberikan kekuatan. Yang penting sekarang bagaimana kita bersama-sama memberikan penguatan agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian ini,” kata Khofifah.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau, Harga Bahan Pokok di Lumbang Dipangkas

8 September 2026 - 01:07 WIB

Pemprov Jatim, Kemenhut, dan BMKG Perkuat Penanganan Kekeringan Lewat OMC, Gubernur Khofifah: Kolaborasi Jadi Kunci

7 September 2026 - 12:02 WIB

Dari Beasiswa hingga Modal Usaha, Gubernur Khofifah Bersama BAZNAS Jatim Hadirkan Dukungan bagi Mustahik

7 September 2026 - 09:29 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya