Menu

Dark Mode
Jaga Keterjangkauan Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Ponorogo Gubernur Khofifah: Jawa Timur Adalah Rumah Bersama, Keberagaman Harus Jadi Energi Perkuat Persaudaraan UPT Pembibitan Ternak Batu Berkontribusi pada PAD Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Pengembangan hingga 200 Ekor Gubernur Khofifah Buka Ruang Sinergi dengan ICMI Jatim, Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Berdampak bagi Masyarakat Gubernur Khofifah Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Karangpatihan, Perkuat Intervensi Krisis Air di Ponorogo PERHUMAS Surabaya Raya Gelar Sharing Session, Bahas Tantangan Humas Membangun Trust di Era Digital

Ekonomi & Bisnis

AAJI Fokus Perkuat Ketahanan Siber dan Risiko Industri Asuransi Jiwa

badge-check


AAJI Fokus Perkuat Ketahanan Siber dan Risiko Industri Asuransi Jiwa Perbesar

Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar Chief Risk Officer (CRO) Forum 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan risiko industri asuransi jiwa di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Forum yang mengusung tema “Navigating Geopolitical Uncertainty: Strengthening Risk Resilience for Indonesia’s Life Insurance Industry” tersebut menghadirkan regulator, ekonom, praktisi, dan pelaku industri guna membahas strategi pengelolaan risiko yang adaptif dan berkelanjutan.

Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan AAJI, Robbi Yanuar Walid, mengatakan industri asuransi jiwa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama akibat percepatan transformasi digital, pengelolaan data, hingga meningkatnya ancaman siber.
Menurutnya, risiko-risiko tersebut perlu diantisipasi secara terstruktur agar industri mampu menjaga stabilitas operasional sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap nasabah.

Selain risiko siber, forum tersebut juga menyoroti tekanan global seperti inflasi, volatilitas pasar keuangan, kenaikan suku bunga, serta dinamika geopolitik yang dinilai dapat memengaruhi kinerja industri asuransi jiwa nasional.

AAJI menilai penguatan tata kelola, manajemen risiko terintegrasi, serta kecukupan modal menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan industri menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Melalui forum ini, AAJI berharap perusahaan asuransi jiwa di Indonesia dapat semakin siap menghadapi perubahan global, meningkatkan ketahanan operasional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian nasional.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Kembali Hadirkan Pasar Murah, Sediakan 10 Komoditas Pangan Strategis di Mojokerto

20 September 2026 - 04:57 WIB

Pasar Murah Hadir di Desa Kedungdung Sampang, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau

18 September 2026 - 09:51 WIB

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis