Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial Gubernur Khofifah Sebut Munas-Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Merumuskan Solusi Keagamaan dan Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman Gubernur Khofifah Sebut Ziarah Bersama Kapolri Jadi Momentum Menguatkan Semangat Nasionalisme, Toleransi, dan Persaudaraan Bangsa Gubernur Khofifah: Keluarga yang Tangguh Akan Melahirkan Generasi Berkarakter dan Menjadi Penopang Peradaban Bangsa

Ekonomi & Bisnis

AAJI Fokus Perkuat Ketahanan Siber dan Risiko Industri Asuransi Jiwa

badge-check


AAJI Fokus Perkuat Ketahanan Siber dan Risiko Industri Asuransi Jiwa Perbesar

Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar Chief Risk Officer (CRO) Forum 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan risiko industri asuransi jiwa di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

Forum yang mengusung tema “Navigating Geopolitical Uncertainty: Strengthening Risk Resilience for Indonesia’s Life Insurance Industry” tersebut menghadirkan regulator, ekonom, praktisi, dan pelaku industri guna membahas strategi pengelolaan risiko yang adaptif dan berkelanjutan.

Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan AAJI, Robbi Yanuar Walid, mengatakan industri asuransi jiwa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama akibat percepatan transformasi digital, pengelolaan data, hingga meningkatnya ancaman siber.
Menurutnya, risiko-risiko tersebut perlu diantisipasi secara terstruktur agar industri mampu menjaga stabilitas operasional sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap nasabah.

Selain risiko siber, forum tersebut juga menyoroti tekanan global seperti inflasi, volatilitas pasar keuangan, kenaikan suku bunga, serta dinamika geopolitik yang dinilai dapat memengaruhi kinerja industri asuransi jiwa nasional.

AAJI menilai penguatan tata kelola, manajemen risiko terintegrasi, serta kecukupan modal menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan industri menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Melalui forum ini, AAJI berharap perusahaan asuransi jiwa di Indonesia dapat semakin siap menghadapi perubahan global, meningkatkan ketahanan operasional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian nasional.

Baca Lainnya

Jawa Timur Sumbang 51 Persen Produksi Gula Nasional, Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Tanam Tebu Serentak di Tujuh Kabupaten

18 June 2026 - 08:17 WIB

Resmikan Al-Akbar FishTech, Gubernur Khofifah Ajak Masjid di Indonesia Kembangkan Ketahanan Pangan Berbasis Teknologi dan Kemakmuran Umat

18 June 2026 - 01:26 WIB

Pemerintah Nilai Program MBG Efektif Tingkatkan Perputaran Ekonomi Melalui UMKM Daerah

15 June 2026 - 05:51 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis