Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia Gubernur Khofifah dan Unhan RI Perkuat Kerja Sama, Sinergikan Sains, Ketahanan Pangan, dan Mitigasi Bencana Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan

Ekonomi & Bisnis

Menkeu Sebut Panda Bond Berpotensi Perluas Investor dan Turunkan Biaya Pendanaan Negara

badge-check


Menkeu Sebut Panda Bond Berpotensi Perluas Investor dan Turunkan Biaya Pendanaan Negara Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah tengah menyiapkan penerbitan panda bond sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pendanaan negara sekaligus upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global. Instrumen tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan pembiayaan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa panda bond merupakan surat utang yang diterbitkan di pasar keuangan China menggunakan mata uang Renminbi atau Yuan. Kehadiran instrumen ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan internasional Indonesia dengan biaya pendanaan yang lebih kompetitif.

Menurutnya, diversifikasi pembiayaan melalui panda bond akan membantu menekan kebutuhan pemerintah terhadap dolar AS sehingga tekanan terhadap rupiah dapat berkurang. Selain itu, pasar keuangan China yang besar dinilai menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat basis investor global.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa sejumlah lembaga keuangan besar asal China menunjukkan minat terhadap penerbitan panda bond Indonesia. Beberapa bank disebut siap mendukung investasi maupun pembelian instrumen tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Selain memperluas sumber pendanaan, panda bond dinilai menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih rendah dibandingkan obligasi berbasis dolar AS. Kondisi itu dinilai menguntungkan pemerintah dalam menjaga efisiensi biaya utang sekaligus memperkuat ketahanan fiskal nasional.

Pemerintah memastikan langkah diversifikasi pembiayaan akan terus diperkuat melalui pengembangan pasar obligasi dan berbagai instrumen pendanaan lainnya. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung penguatan rupiah dalam jangka menengah dan panjang.

Pemerintah juga optimistis strategi tersebut dapat memperkuat kepercayaan investor internasional terhadap ekonomi Indonesia, terutama di tengah tantangan global yang masih dinamis.

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis