Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Bersama Deputi Bank Indonesia Lepas Ratusan Peserta Gowes Nusantara 2026 di Surabaya Kuasai Hampir Separuh Mangrove Jawa, Gubernur Khofifah Minta Momen Hari Mangrove Sedunia Jadi Aksi Nyata Kolaboratif Diperkuat Simulasi Standar Internasional, Gubernur Khofifah Targetkan Kontingen LKS Jatim Raih Minimal 20 Emas Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar Produk Indonesia Kuasai Rak Indo Market Hong Kong, Gubernur Khofifah Ajak UMKM Jatim Tingkatkan Daya Saing Global Gubernur Khofifah Perluas Jejaring Global Lewat Misi Dagang Jatim–Hong Kong, Transaksi Lampaui Rp12 Triliun

Ekonomi & Bisnis

Bappenas Dorong Partisipasi Berbagai Pihak dalam Mewujudkan Pembangunan yang Tidak Meninggalkan Siapa Pun

badge-check


Bappenas Dorong Partisipasi Berbagai Pihak dalam Mewujudkan Pembangunan yang Tidak Meninggalkan Siapa Pun Perbesar

JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas terus mendorong kolaborasi multipemangku kepentingan guna memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat dalam mendukung pengarusutamaan gender dan inklusi sosial.

Bappenas menilai pembangunan inklusif tidak dapat dijalankan hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar seluruh kelompok masyarakat, termasuk kelompok rentan, perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan masyarakat marginal dapat memperoleh akses, kesempatan, serta manfaat pembangunan secara setara.

Melalui studi baseline kolaborasi multipemangku kepentingan, Bappenas berupaya memetakan kondisi aktual kerja sama lintas sektor dalam mendukung pengarusutamaan gender, disabilitas, dan inklusi sosial. Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan.

Bappenas juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan komunikasi antarpemangku kepentingan agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Pemerintah berharap adanya kolaborasi yang kuat dapat mempercepat pencapaian target pembangunan nasional sekaligus mewujudkan prinsip “tidak ada seorang pun yang tertinggal” dalam proses pembangunan.

Selain itu, penguatan inklusi sosial dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, berbagai kebijakan pembangunan ke depan akan terus diarahkan agar mampu menciptakan ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif bukan hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan keadilan sosial, pemerataan kesempatan, dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang selama ini rentan mengalami ketimpangan akses pembangunan.

Sumber : InfoPublik

Baca Lainnya

Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar

25 July 2026 - 03:50 WIB

Produk Indonesia Kuasai Rak Indo Market Hong Kong, Gubernur Khofifah Ajak UMKM Jatim Tingkatkan Daya Saing Global

24 July 2026 - 09:05 WIB

Gubernur Khofifah Perluas Jejaring Global Lewat Misi Dagang Jatim–Hong Kong, Transaksi Lampaui Rp12 Triliun

24 July 2026 - 01:24 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis