Menu ✖

Dark Mode
350 SMK Serentak Layani Servis Gratis 8.100 Sepeda Motor, Gubernur Khofifah: Vokasi Harus Dekat dengan Praktik Pasar Murah Jadi Ruang Belanja Hemat Sekaligus Promosi Produk Lokal, Gubernur Khofifah Dorong UMKM Terus Tumbuh Dari Ketahanan Menuju Kedaulatan Pangan, Gubernur Khofifah Perkuat Mekanisasi Pertanian di Jatim Gubernur Khofifah: Bantuan Harus Jadi Pengungkit Ketahanan Ekonomi dan Kemandirian Keluarga Kenang Jasa Gubernur Pertama Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Keteladanan Kepemimpinan di Era Kini Semarak Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Bagikan Bantuan Pangan dan Hadiah di Mojokerto-Blitar

Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Kembali Raih Penghargaan PRIWOLA 2026, Dorong Komunikasi Pemerintah yang Terbuka dan Responsif

badge-check


Gubernur Khofifah Kembali Raih Penghargaan PRIWOLA 2026, Dorong Komunikasi Pemerintah yang Terbuka dan Responsif Perbesar

SURABAYA, 12 SEPTEMBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mendapat apresiasi atas kepemimpinannya di Jawa Timur. Kali ini, ia meraih PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026 kategori Special Awards, subkategori Kepala Daerah Perempuan Bereputasi.

Penghargaan PRIWOLA 2026 diterima Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin yang mewakili Gubernur Khofifah dalam acara penyerahan penghargaan di Auditorium Ir. Widjatmoko, Universitas Semarang, Kota Semarang, Kamis (10/9).

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan PR INDONESIA. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada PR INDONESIA atas apresiasi ini. Penghargaan ini saya dedikasikan kepada masyarakat Jawa Timur, seluruh jajaran Pemprov Jatim, insan kehumasan, media, dan para mitra yang terus menjaga komunikasi publik di Jawa Timur tetap sehat serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Bagi Khofifah, komunikasi publik tidak berhenti pada bagaimana pemerintah menyampaikan informasi. Komunikasi juga menyangkut kemampuan pemerintah mendengar suara masyarakat, memberikan penjelasan yang mudah dipahami, sekaligus memastikan setiap kebijakan dapat diketahui dan dipahami manfaatnya oleh publik.

“Komunikasi publik mencakup penyampaian informasi, kesediaan untuk mendengar, pemberian penjelasan yang jernih, serta upaya memastikan masyarakat memahami tujuan dan manfaat setiap kebijakan,” tegasnya.

Khofifah juga mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dibangun melalui konsistensi antara apa yang disampaikan dengan apa yang dikerjakan. Karena itu, komunikasi publik harus berjalan beriringan dengan kebijakan yang terukur, pelayanan yang responsif, serta kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Menurutnya, tantangan komunikasi pemerintah semakin besar di tengah perkembangan teknologi digital. Arus informasi bergerak sangat cepat, sementara masyarakat semakin mudah memperoleh dan menyebarkan informasi melalui berbagai platform.

Kondisi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah untuk mampu bekerja cepat tanpa mengesampingkan akurasi dan tanggung jawab. Informasi yang disampaikan pemerintah harus melalui proses verifikasi dan dikemas dengan bahasa yang jelas agar tidak menimbulkan tafsir maupun kebingungan di tengah masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, benar, dan utuh. Setiap informasi pemerintah harus membantu masyarakat mengambil keputusan, memperoleh layanan, dan memahami langkah yang sedang dilakukan pemerintah,” katanya.

Khofifah juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah. Jawa Timur memiliki karakter masyarakat yang beragam, dengan kebutuhan informasi yang berbeda-beda. Karena itu, pemerintah perlu membuka sebanyak mungkin ruang komunikasi dan umpan balik melalui berbagai kanal yang mudah dijangkau masyarakat.

“Pemerintah tidak cukup hanya berbicara. Kita juga harus mendengar. Aspirasi, kritik, maupun masukan dari masyarakat harus menjadi bagian dari proses perbaikan pelayanan dan pembangunan,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Khofifah menilai sinergi dengan insan media, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem komunikasi publik yang sehat. Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi sekaligus ruang kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Ia berharap penghargaan PRIWOLA 2026 tidak hanya menjadi apresiasi personal, tetapi juga menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Penghargaan sebagai Kepala Daerah Perempuan Bereputasi juga dimaknai Khofifah sebagai dorongan agar semakin banyak perempuan berani mengambil peran dalam kepemimpinan publik.

“Semoga apresiasi ini dapat menjadi penyemangat bagi semakin banyak perempuan untuk berani mengambil peran, menyampaikan gagasan, dan menghadirkan perubahan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah pun memastikan penghargaan ini menjadi penguat komitmen Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik. Penguatan tersebut dilakukan melalui penyediaan informasi berbasis data, pengelolaan isu secara responsif, perluasan akses informasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi.

“Penghargaan ini menjadi pengingat agar kami terus memperbaiki kualitas pelayanan dan komunikasi kepada masyarakat. Kepercayaan publik harus dijaga setiap hari melalui kerja nyata, keterbukaan, dan kesediaan untuk terus mendengar,” pungkasnya. 

Baca Lainnya

350 SMK Serentak Layani Servis Gratis 8.100 Sepeda Motor, Gubernur Khofifah: Vokasi Harus Dekat dengan Praktik

7 October 2026 - 12:41 WIB

Dari Ketahanan Menuju Kedaulatan Pangan, Gubernur Khofifah Perkuat Mekanisasi Pertanian di Jatim

7 October 2026 - 02:26 WIB

Gubernur Khofifah: Bantuan Harus Jadi Pengungkit Ketahanan Ekonomi dan Kemandirian Keluarga

6 October 2026 - 13:21 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya