PACITAN, 25 Oktober 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan 100 paket bantuan gizi bagi ibu hamil dan balita di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10).
Bantuan yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Dinas Kesehatan Jatim ini menyasar 10 ibu hamil dan 90 balita untuk mendukung pemenuhan gizi sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini.
Adapun isi paket tersebut berupa telur, minyak goreng, susu, tepung, kacang hijau, dan beras. Selain penyaluran bantuan pangan, kegiatan ini juga diisi edukasi bagi para ibu mengenai perawatan bayi, pentingnya menyusui, pemenuhan gizi ibu menyusui, serta langkah-langkah mencegah stunting.
Gubernur Khofifah mengatakan, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan dengan memastikan ibu mendapatkan asupan gizi yang cukup dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Setelah bayi lahir, perhatian terhadap pemenuhan gizi perlu dilanjutkan melalui pemberian ASI dan makanan pendamping ASI sesuai usia.
“Pencegahan stunting jangan menunggu sampai anak lahir. Sejak hamil, gizi dan kesehatan ibu harus diperhatikan. Setelah bayi lahir, pemberian ASI dan pemenuhan gizinya juga harus dijaga,” ujar Khofifah.
Menurutnya, bantuan pangan perlu disertai edukasi agar para ibu memahami cara memenuhi kebutuhan gizi dan merawat anak sesuai tahapan usianya.
“Bantuan ini harus diikuti dengan edukasi. Ibu perlu tahu bagaimana memenuhi kebutuhan gizinya dan memberikan makanan yang sesuai dengan usia anak agar tumbuh sehat,” katanya.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jatim tercatat sebesar 14,7%, turun dari 17,7% pada 2023. Angka tersebut berada di bawah prevalensi nasional pada 2024 yang mencapai 19,8%.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jatim Tahun 2025–2029, prevalensi stunting ditargetkan turun dari 14,7 persen pada 2024 menjadi 12 persen pada 2029.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pemenuhan gizi serta pendampingan yang berkelanjutan.
Menurut Khofifah, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga dan dukungan berbagai pihak. Pemenuhan gizi ibu hamil, pencegahan anemia, pendampingan ibu menyusui, serta pemantauan pertumbuhan balita perlu dilakukan secara berkesinambungan agar anak mendapatkan dukungan kesehatan dan gizi yang memadai sejak awal kehidupan.
"Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, Baznas, dan keluarga. Bantuan gizi harus berjalan beriringan dengan edukasi agar upaya pencegahan stunting bisa dilakukan secara berkelanjutan," katanya.
Salah seorang warga penerima bantuan, Nadia yang hadir bersama anaknya berusia tujuh bulan, mengaku bersyukur mendapat bantuan paket gizi sekaligus edukasi mengenai perawatan bayi dan pemenuhan gizi anak.
“Senang sekali bisa mendapat bantuan ini. Isinya bermanfaat untuk kebutuhan keluarga, apalagi saya punya anak yang masih berusia tujuh bulan. Tadi juga mendapat penjelasan tentang cara merawat bayi dan memenuhi gizinya. Jadi, saya bisa belajar lagi bagaimana memberikan makanan yang sesuai dengan usia anak supaya tumbuh sehat,” katanya
Warga penerima bantuan lainnya, Sonya, juga menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada ibu dan anak di Pacitan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Terima kasih Ibu Khofifah atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kami,” ucapnya.



















