Menu

Dark Mode
Pemprov Jatim Raih Penghargaan Best Policymaker dan Ecosystem Builders pada GARUDA AI Impact Summit 2026 Dua Penghargaan Nasional Diraih Gubernur Khofifah atas Keberhasilan Mendorong Ekonomi Daerah dan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Pengakuan Dunia untuk Indonesia, Tiga Inovasi Digital Nasional Masuk Daftar Terbaik WSIS 2026 Pemerintah Dorong Investasi AI yang Menghasilkan Alih Pengetahuan dan Inovasi bagi Indonesia Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia Pemerintah Tingkatkan Kolaborasi ATR/BPN dan Kejagung dalam Pemulihan Aset Pertanahan Bermasalah

Ekonomi & Bisnis

DME dan CNG Disiapkan Pemerintah sebagai Alternatif untuk Mengurangi Impor LPG Nasional

badge-check


DME dan CNG Disiapkan Pemerintah sebagai Alternatif untuk Mengurangi Impor LPG Nasional Perbesar

Jakarta – Pemerintah menyiapkan berbagai strategi energi alternatif guna menekan ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dalam negeri.

Langkah tersebut dilakukan karena konsumsi LPG nasional masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas produksi domestik. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor, sehingga pemerintah mendorong percepatan diversifikasi sumber energi berbasis potensi dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah saat ini terus mengkaji sejumlah opsi energi substitusi yang dinilai mampu mengurangi beban impor sekaligus menciptakan kemandirian energi nasional.

Salah satu alternatif yang disiapkan adalah pengembangan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara kalori rendah melalui proses hilirisasi. Produk tersebut dinilai dapat menjadi pengganti LPG untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor tertentu. 

Selain DME, pemerintah juga menelaah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang berasal dari gas bumi domestik dengan ketersediaan sumber daya lebih besar. Pemanfaatan CNG diharapkan menjadi solusi jangka panjang apabila didukung infrastruktur dan teknologi yang memadai.

Pemerintah menilai diversifikasi energi penting dilakukan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga energi global maupun dinamika geopolitik internasional yang dapat memengaruhi rantai pasok energi.

Di sisi lain, pemerintah memastikan kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih aman dan berada di atas batas minimum, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik.

Upaya pengembangan energi alternatif tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mengurangi tekanan terhadap anggaran negara akibat impor LPG.

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Best Policymaker dan Ecosystem Builders pada GARUDA AI Impact Summit 2026

12 June 2026 - 10:07 WIB

Dua Penghargaan Nasional Diraih Gubernur Khofifah atas Keberhasilan Mendorong Ekonomi Daerah dan Kedaulatan Pangan Berkelanjutan

12 June 2026 - 02:06 WIB

Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia

12 June 2026 - 00:48 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis