Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Jawa Timur Adalah Rumah Bersama, Keberagaman Harus Jadi Energi Perkuat Persaudaraan UPT Pembibitan Ternak Batu Berkontribusi pada PAD Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Pengembangan hingga 200 Ekor Gubernur Khofifah Buka Ruang Sinergi dengan ICMI Jatim, Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Berdampak bagi Masyarakat Gubernur Khofifah Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Karangpatihan, Perkuat Intervensi Krisis Air di Ponorogo PERHUMAS Surabaya Raya Gelar Sharing Session, Bahas Tantangan Humas Membangun Trust di Era Digital Gubernur Khofifah Kembali Hadirkan Pasar Murah, Sediakan 10 Komoditas Pangan Strategis di Mojokerto

Ekonomi & Bisnis

DME dan CNG Disiapkan Pemerintah sebagai Alternatif untuk Mengurangi Impor LPG Nasional

badge-check


DME dan CNG Disiapkan Pemerintah sebagai Alternatif untuk Mengurangi Impor LPG Nasional Perbesar

Jakarta – Pemerintah menyiapkan berbagai strategi energi alternatif guna menekan ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dalam negeri.

Langkah tersebut dilakukan karena konsumsi LPG nasional masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas produksi domestik. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor, sehingga pemerintah mendorong percepatan diversifikasi sumber energi berbasis potensi dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah saat ini terus mengkaji sejumlah opsi energi substitusi yang dinilai mampu mengurangi beban impor sekaligus menciptakan kemandirian energi nasional.

Salah satu alternatif yang disiapkan adalah pengembangan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara kalori rendah melalui proses hilirisasi. Produk tersebut dinilai dapat menjadi pengganti LPG untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor tertentu. 

Selain DME, pemerintah juga menelaah pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang berasal dari gas bumi domestik dengan ketersediaan sumber daya lebih besar. Pemanfaatan CNG diharapkan menjadi solusi jangka panjang apabila didukung infrastruktur dan teknologi yang memadai.

Pemerintah menilai diversifikasi energi penting dilakukan agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga energi global maupun dinamika geopolitik internasional yang dapat memengaruhi rantai pasok energi.

Di sisi lain, pemerintah memastikan kondisi pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih aman dan berada di atas batas minimum, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik.

Upaya pengembangan energi alternatif tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mengurangi tekanan terhadap anggaran negara akibat impor LPG.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Kembali Hadirkan Pasar Murah, Sediakan 10 Komoditas Pangan Strategis di Mojokerto

20 September 2026 - 04:57 WIB

Pasar Murah Hadir di Desa Kedungdung Sampang, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau

18 September 2026 - 09:51 WIB

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis