Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak Bawa 116 Anggota Kontingen ke MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Perkuat Dukungan untuk Kafilah Jatim Dari Sabang hingga Merauke Bersatu di AMN Surabaya, Gubernur Khofifah Teguhkan Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 Gubernur Khofifah Kembali Raih Penghargaan PRIWOLA 2026, Dorong Komunikasi Pemerintah yang Terbuka dan Responsif Gubernur Khofifah Berangkatkan 116 Kafilah Jatim ke Semarang, Dorong Prestasi Nasional sekaligus Syiar Al-Qur’an

Ekonomi & Bisnis

KTT ASEAN Bahas Strategi Hadapi Dampak Konflik dan Disrupsi Global

badge-check


KTT ASEAN Bahas Strategi Hadapi Dampak Konflik dan Disrupsi Global Perbesar

Cebu – Indonesia menekankan pentingnya penguatan ketahanan energi dan pangan di kawasan ASEAN guna mengantisipasi dampak konflik global serta dinamika geopolitik yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi regional.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina. Pemerintah Indonesia mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama regional, terutama pada sektor energi, pangan, dan rantai pasok agar kawasan tetap tangguh menghadapi tekanan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai langkah konkret diperlukan untuk menghadapi berbagai disrupsi akibat perang dan konflik internasional. Menurutnya, penguatan ketahanan energi kawasan dapat dilakukan melalui diversifikasi sumber pasokan, penguatan cadangan energi regional, hingga optimalisasi kerja sama antarnegara ASEAN.

Selain itu, ASEAN juga dinilai perlu memperkuat perdagangan intra-kawasan serta memanfaatkan berbagai kerja sama strategis seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN Plus One Free Trade Agreements guna menjaga stabilitas ekonomi regional di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut isu pangan dan energi menjadi agenda utama dalam forum ASEAN tahun ini. Ia menegaskan Indonesia terus mendorong pengembangan sektor energi strategis, termasuk hilirisasi nikel untuk mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia juga mendorong penguatan konektivitas energi regional, diversifikasi jalur distribusi, serta pembangunan rantai pasok yang lebih tangguh agar negara-negara ASEAN mampu menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global secara bersama-sama.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis