Menu

Dark Mode
Jejaring Alumni UNAIR Jadi Jembatan Kolaborasi Jatim–Kaltara, Gubernur Khofifah Buka Peluang Pendidikan hingga Peternakan Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Hidup Aktif, Perkuat Pembinaan Atlet dan Olahraga Inklusif di Jatim Maulidurrasul dan Harlah Ke-80 Muslimat NU, Gubernur Khofifah Serukan Penguatan Peran Perempuan untuk Perdamaian Dunia Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun Gubernur Khofifah Pastikan Tambahan Modal Rp100 Miliar Perkuat Peran Jamkrida Buka Akses Pembiayaan bagi UMKM Gubernur Khofifah Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau, Harga Bahan Pokok di Lumbang Dipangkas

Ekonomi & Bisnis

KTT ASEAN Bahas Strategi Hadapi Dampak Konflik dan Disrupsi Global

badge-check


KTT ASEAN Bahas Strategi Hadapi Dampak Konflik dan Disrupsi Global Perbesar

Cebu – Indonesia menekankan pentingnya penguatan ketahanan energi dan pangan di kawasan ASEAN guna mengantisipasi dampak konflik global serta dinamika geopolitik yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi regional.

Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina. Pemerintah Indonesia mendorong negara-negara ASEAN memperkuat kerja sama regional, terutama pada sektor energi, pangan, dan rantai pasok agar kawasan tetap tangguh menghadapi tekanan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai langkah konkret diperlukan untuk menghadapi berbagai disrupsi akibat perang dan konflik internasional. Menurutnya, penguatan ketahanan energi kawasan dapat dilakukan melalui diversifikasi sumber pasokan, penguatan cadangan energi regional, hingga optimalisasi kerja sama antarnegara ASEAN.

Selain itu, ASEAN juga dinilai perlu memperkuat perdagangan intra-kawasan serta memanfaatkan berbagai kerja sama strategis seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan ASEAN Plus One Free Trade Agreements guna menjaga stabilitas ekonomi regional di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut isu pangan dan energi menjadi agenda utama dalam forum ASEAN tahun ini. Ia menegaskan Indonesia terus mendorong pengembangan sektor energi strategis, termasuk hilirisasi nikel untuk mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia juga mendorong penguatan konektivitas energi regional, diversifikasi jalur distribusi, serta pembangunan rantai pasok yang lebih tangguh agar negara-negara ASEAN mampu menghadapi gejolak ekonomi dan geopolitik global secara bersama-sama.

Baca Lainnya

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Tambahan Modal Rp100 Miliar Perkuat Peran Jamkrida Buka Akses Pembiayaan bagi UMKM

8 September 2026 - 07:02 WIB

Jangkau 118 Titik di Jatim, Gubernur Khofifah Konsisten Jaga Daya Beli dan Ketahanan Pangan Masyarakat

6 September 2026 - 08:27 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis