Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban

Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Peringati Hari Buku Nasional dan HUT Perpusnas, Ajak Masyarakat Cinta Literasi

badge-check


Gubernur Khofifah Peringati Hari Buku Nasional dan HUT Perpusnas, Ajak Masyarakat Cinta Literasi Perbesar

SURABAYA, 17 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai gaya hidup. 

Hal itu Gubernur Khofifah sampaikan dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional (Harbuknas) dan Hari Ulang Tahun ke-46 Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia (Perpusnas RI), Minggu (17/5).

Gubernur Khofifah menegaskan, penguatan budaya literasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan membangun peradaban bangsa yang unggul.

“Literasi adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Karena itu, budaya membaca harus dibangun sejak dini agar lahir generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter,” tegas Khofifah.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Buku Nasional yang ditetapkan setiap 17 Mei tidak terlepas dari sejarah berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1980. Sejak saat itu, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya buku dan perpustakaan sebagai jendela dunia.

Menurutnya, peningkatan literasi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat.

“Penguatan literasi adalah kerja bersama. Harus ada sinergi dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sosial agar budaya membaca benar-benar tumbuh,” ujarnya.

Di era digital saat ini, Khofifah juga menekankan pentingnya literasi yang adaptif. Tidak hanya membaca buku fisik, tetapi juga memanfaatkan e-book dan audiobook sebagai bagian dari transformasi literasi modern.

“Literasi hari ini bukan sekadar membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi secara bijak. Ini penting agar masyarakat tidak mudah terpapar hoaks dan disinformasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen meningkatkan indeks literasi masyarakat melalui berbagai program dan inovasi layanan perpustakaan.

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur tahun 2025 mencapai 56,29, dengan dimensi kepatuhan sebesar 0,5670 dan dimensi kinerja sebesar 0,5610.

Capaian tersebut didukung oleh pemerataan layanan perpustakaan, ketercukupan koleksi dan tenaga pustakawan, peningkatan kunjungan masyarakat, serta keterlibatan aktif komunitas dalam kegiatan literasi.

“Pemprov Jatim terus menggiatkan layanan perpustakaan terpadu hingga ke desa, sekolah, lembaga pemasyarakatan, serta perangkat daerah, termasuk melalui layanan peminjaman buku,” ungkapnya.

Selain itu, berbagai inovasi juga dilakukan untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat, seperti Mobil Perpustakaan Keliling (MPK), dongeng keliling (Dollen), Tur Keliling Perpustakaan (Tulip), hingga pengembangan podcast literasi.

“Kami ingin literasi hadir dengan cara yang kreatif dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak, agar mereka mencintai buku sejak dini dan tidak hanya bergantung pada gawai,” tambahnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya pembinaan literasi berbasis komunitas melalui desa dan kelurahan, serta berbagai lomba dan kegiatan kreatif yang mampu membangkitkan minat baca masyarakat.

Melalui momentum Hari Buku Nasional 2026, ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mendekatkan diri dengan buku sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi.

“Mari kita sisihkan waktu setiap hari untuk membaca. Karena dengan membaca, kita bisa menjelajahi dunia tanpa harus ke mana-mana,” ajaknya.

Ia berharap, dengan semakin kuatnya budaya literasi, Indonesia khususnya Jawa Timur dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif, inovatif, dan berdaya saing global.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional

2 August 2026 - 07:42 WIB

Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga

2 August 2026 - 03:55 WIB

Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia

1 August 2026 - 11:35 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya