Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Silaturahmi Harakiyah Bersama Kodam V/Brawijaya Libatkan 102 Perusahaan, Gubernur Khofifah Dorong Pencari Kerja Hadiri Job Fair Inklusif 2026 HIKAM Siapkan Apresiasi Kinerja Pengurus Daerah pada Haul ke-5 Abah Yai Djamal Biro Adpim Jatim dan DSC Siap Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Kuatkan Empati dan Kegigihan Gubernur Khofifah Apresiasi Program SIKAP Jatim yang Sukses Sabet Penghargaan Inovasi Membangun Negeri

Ekonomi & Bisnis

Gubernur Khofifah Sebut Salak Madu Wonoagung Berpotensi Menjadi Ikon Hortikultura Jawa Timur dengan Prospek Pasar yang Menjanjikan

badge-check


Gubernur Khofifah Sebut Salak Madu Wonoagung Berpotensi Menjadi Ikon Hortikultura Jawa Timur dengan Prospek Pasar yang Menjanjikan Perbesar

MALANG, 14 JULI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus penopang kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungannya ke perkebunan sekaligus memanen salak madu di Desa Wonoagung, Kecamatan Kesambon, Kabupaten Malang, Senin (13/7).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah  bersama Bupati Malang H. Sanusi meninjau langsung kebun salak madu milik Sukatmiani sekitar  yang  telah dibudidayakan selama sembilan tahun. Ia berdialog dengan pemilik kebun mengenai proses budidaya, produktivitas, hingga peluang pengembangan komoditas hortikultura yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan tersebut.

Tak hanya meninjau, Khofifah juga memetik / memanen langsung buah salak dari pohonnya dan mencicipi hasil panen yang dikenal memiliki cita rasa manis dengan tekstur renyah.

Khofifah juga mengapresiasi produktivitas kebun tersebut. Dalam kondisi normal, dengan 450 pohon salak , kebun mampu menghasilkan sekitar 40–60 kilogram salak setiap pekan atau bisa seminggu dua kali. Saat musim panen raya Agustus – September, produksinya dapat meningkat hingga sekitar satu kuintal dengan permintaan pasar yang terus bertambah, termasuk dari wilayah sekitar Kecamatan Ngantang.

Menurut Khofifah, keberhasilan petani mengembangkan salak madu membuktikan bahwa komoditas hortikultura lokal memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara profesional, didukung inovasi, serta diperkuat akses pemasarannya.

Salak Madu desa Wonoagung Kecamatan Kasembon ini area tanamnya masih terbatas. Dengan kualitas premium, maka saat ini  sebelum panen sudah banyak yang indent. 

Bersama Bupati Malang, Kadis Perjebunan Jawa Timur, camat Kasembon dan Kades Wonoagung kami mendiskusikan upaya perluasan area tanam Salak Madu mengingat pasar yang cukup potensial dengan harga komersial.

Gubernur Khofifah mengatakan, salak madu Desa Wonoagung memiliki karakteristik yang khas dengan rasa manis, tekstur renyah, dan kualitas buah yang baik sehingga berpotensi menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Gubernur Khofifah berharap keberhasilan petani salak madu di Desa Wonoagung dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pertanian berbasis potensi lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

"Komoditas lokal seperti salak madu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar kualitas produksi, nilai tambah, serta akses pemasaran semakin meningkat," ungkapnya.

Lebih lanjut Khofifah menegaskan Pemprov Jatim akan terus memperkuat pembangunan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan hilirisasi hasil pertanian, pengembangan agribisnis, serta perluasan jaringan pemasaran agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

Sementara itu, Sukatmiani mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Gubernur Jawa Timur terhadap para petani hortikultura di Kabupaten Malang. Ia berharap produksi salak madu terus meningkat seiring semakin luasnya pemasaran sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani.

"Terima kasih sekaligus penghormatan gubernur berkunjung ke perkebunan salak kami," ungkapnya.

Sukatmiani mengaku memperoleh pengetahuan budidaya salak setelah mempelajari langsung teknik penanaman dan perawatan salak di kawasan lereng Merapi, kemudian membawa bibit dari Desa Turi, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk dikembangkan di Desa Wonoagung.

"Saya melihat bagaimana cara menanam dan merawat salak di Merapi, kemudian pulang membawa bibitnya dari desa Turi, Jogjakarta lalu saya tanam di sini," ungkapnya.

Sebagai informasi, Desa Wonoagung memiliki karakteristik tanah hitam yang sangat subur sehingga cocok untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura. Selain salak madu, desa ini juga dikenal sebagai sentra produksi durian, manggis, dan jeruk yang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Malang.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Hasilkan Rp1,218 Triliun, Gubernur Khofifah Sebut Misi Dagang Jatim-Aceh Bukan Proses Instan

19 October 2026 - 12:43 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis