Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Salurkan Ribuan Liter Air Bersih dan Sarana Penampungan bagi Masyarakat Sumenep Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 469 ASN Pemprov Jatim Bersama Mentan Amran di HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petani Gubernur Khofifah Tegaskan Keunggulan Vokasi Jatim Usai Program Servis Motor Gratis Masuk Rekor MURI Kemiskinan Jatim Turun Jadi 9,06 Persen, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sosial & Budaya

Gubernur Khofifah Tegaskan Stok Hewan Kurban Jatim Melimpah dan Siap Suplai Antar Daerah

badge-check


Gubernur Khofifah Tegaskan Stok Hewan Kurban Jatim Melimpah dan Siap Suplai Antar Daerah Perbesar

Hewan Kurban Jatim Surplus dan Siap Suplai Daerah Lain

NGANJUK, 2 MEI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi cukup, sehat, serta bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Kepastian tersebut disampaikannya saat meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5).

Setibanya dilokasi, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro dan Kadisnak Jatim Indyah Aryani meninjau ketersediaan ternak kurban di Peternakan UD Sapi Baru milik Mursyid yang mempunyai populasi sapi sejumlah 200 ekor berjenis PO, Limosin dan Simental, yang tidak hanya melayani permintaan dari Jawa Timur, tapi juga provinsi lainnya.

Dalam tinjauannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kesiapan stok hewan kurban tidak lepas dari kekuatan sektor peternakan Jawa Timur yang saat ini menempati peringkat pertama secara nasional dalam hal populasi ternak. 

“Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sehat dan besar. Kita lihat bahkan ada yang bobotnya lebih dari satu ton. Ini menjadi indikator bahwa kualitas ternak kita sangat baik,” ujar Khofifah.

“Pak Mursyid saya rasa menjadi supplier untuk siapa saja yang mencari hewan kurban. Insyaallah bisa menopang untuk provinsi lain juga, contohnya Pak Mursyid kirimnya ke Kalimantan, Boyolali Jawa Tengah,” imbuhnya. 

Hal ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas pasokan, khususnya menjelang momentum Idul Adha yang identik dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban.

Gubernur Khofifah mengatakan, total proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur sebanyak 427.060 ekor dengan rinician sapi 70.550 ekor, kambing 297.900 ekor, domba 58.600 ekor dan kerbau 10 ekor. Dirinya menjelaskan, proyeksi kebutuhan hewan kurban di Jatim tahun ini surplus signifikan dibandingkan dengan ketersediaannya.

“Sampai saat ini, proyeksi kebutuhan sapi kurban di Jatim sebanyak 70.550 ekor. Sedangkan ketersediaan kita ada 629.119 ekor. Sehingga surplus 558.569 ekor,” lanjutnya. 

“Kondisi ini menunjukkan Jawa Timur surplus cukup signifikan diseluruh jenis ternak kurban. Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, sekali lagi, siap menopang provinsi lain,” imbuhnya. 

Untuk hewan kambing proyeksi kebutuhan ada sebanyak 297.900 ekor dengan ketersediaan sebanyak 940.693 ekor sehingga surplus 642.793 ekor.

Begitu pula untuk Domba proyeksi kebutuhannya adalah 58.600 ekor dengan ketersediaan sebanyak 484.468 ekor sehingga surplus 452.868 ekor. 

Sedangkan untuk kerbau, proyeksi kebutuhan 10 ekor dengan ketersediaan sebanyak 1.698 ekor sehingga surplus 1.688 ekor. 

“Ternak kurban di Jawa Timur tersedia untuk mencukupi ternak kurban dan terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak,” tegasnya. 

Selain memastikan kuantitas, lanjut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan ternak guna menjamin kualitas dan kelayakan hewan kurban yang beredar di masyarakat.

Bahkan, guna menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang ada di Provinsi Jawa Timur maka disediakan petugas pemeriksa hewan kurban (pemeriksaan sebelum dipotong pemeriksaan ante mortem dan pemeriksan setelah dipotong/ pemeriksaan post mortem) Provinsi Jawa Timur. 

Khofifah menyebut, Disnak Jatim telah menyediakan petugas pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari Dokter Hewan Medik Veteriner 950 orang, Paramedik Veteriner 1.500 orang, pengawas bibit ternak 145 orang, pengawas mutu pakan 75 orang serta Juru Sembelih Halal (JULEHA) Bersertifikat 1.997 orang.

“Jelang Idul Adha, kami terus mengerahkan tim pemeriksa kesehatan hewan dari dinas terkait untuk memantau, memeriksa, dan memastikan semua hewan kurban bebas dari penyakit, terutama PMK maupun LSD. Kami memastikan bahwa hewan ternak sehat dan dagingnya layak untuk dikonsumsi,” lanjutnya. 

“Jadi kalau pemeriksaan ante mortem dan post mortem atas Sapi sebagai hewan kurban, mungkin ini baru kita lakukan tahun kemarin karena ada PMK itu. Maka kita bisa memastikan kapan ada indikasi PMK, maka Pasar Hewan terdekat kita minta untuk tidak beroperasi dulu. Selalu begitu dua tahun terakhir,” tutupnya.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Salurkan Ribuan Liter Air Bersih dan Sarana Penampungan bagi Masyarakat Sumenep

15 October 2026 - 03:49 WIB

Gubernur Khofifah Tegaskan Keunggulan Vokasi Jatim Usai Program Servis Motor Gratis Masuk Rekor MURI

13 October 2026 - 01:46 WIB

Kemiskinan Jatim Turun Jadi 9,06 Persen, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

12 October 2026 - 08:37 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya