Jakarta, Petik – Pemerintah menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tidak berada dalam kondisi suram, melainkan terus menunjukkan arah yang positif. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional memperlihatkan perbaikan yang cukup signifikan.
Optimisme tersebut didukung oleh berbagai indikator makroekonomi, seperti meningkatnya konsumsi masyarakat, menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran, serta distribusi pendapatan yang semakin membaik. Kondisi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tantangan global.
Menurut Menkeu, Indonesia kini berada pada fase ekspansi ekonomi jangka menengah setelah sebelumnya terdampak pandemi. Situasi ini membuka peluang besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada di kisaran 5,4 persen, dengan upaya untuk mendorongnya hingga mendekati 6 persen. Untuk mencapai target tersebut, kebijakan fiskal yang tepat serta penguatan sektor-sektor produktif menjadi fokus utama.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat ketahanan ekonomi melalui optimalisasi sumber daya, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja. Langkah ini diharapkan dapat mendukung visi jangka panjang menuju Indonesia sebagai negara maju atau “Indonesia Emas”.
Meski demikian, Menkeu mengingatkan bahwa berbagai tantangan global tetap perlu diantisipasi, seperti ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi ekonomi dunia. Namun dengan strategi kebijakan yang tepat, Indonesia diyakini mampu mempertahankan bahkan melampaui target pertumbuhan yang telah ditetapkan.
Dengan sejumlah indikator yang menunjukkan tren positif, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.




















