Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak Bawa 116 Anggota Kontingen ke MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Perkuat Dukungan untuk Kafilah Jatim Dari Sabang hingga Merauke Bersatu di AMN Surabaya, Gubernur Khofifah Teguhkan Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 Gubernur Khofifah Kembali Raih Penghargaan PRIWOLA 2026, Dorong Komunikasi Pemerintah yang Terbuka dan Responsif Gubernur Khofifah Berangkatkan 116 Kafilah Jatim ke Semarang, Dorong Prestasi Nasional sekaligus Syiar Al-Qur’an

Ekonomi & Bisnis

Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia

badge-check


Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia Perbesar

Jakarta, Petik – Sektor kesehatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penguatan investasi, peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor produk kesehatan, industri kesehatan diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sektor kesehatan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menarik investasi. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pengembangan industri farmasi, alat kesehatan, laboratorium, hingga layanan kesehatan berbasis teknologi.

Menurutnya, meningkatnya belanja kesehatan nasional harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi dalam negeri. Selama ini, kebutuhan farmasi dan alat kesehatan masih banyak dipenuhi melalui impor sehingga nilai tambah yang dihasilkan belum sepenuhnya dinikmati oleh Indonesia.

Pemerintah mengajak pelaku usaha dan investor untuk memperkuat ekosistem industri kesehatan nasional melalui pembangunan fasilitas produksi, pengembangan riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Selain itu, pengembangan kawasan industri kesehatan dan kemudahan investasi terus didorong guna menarik masuknya modal baru. Dengan industri kesehatan yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang memperluas pasar ke tingkat internasional.

Prospek industri farmasi, alat kesehatan, dan berbagai produk kesehatan lainnya dinilai sangat menjanjikan. Potensi tersebut didukung oleh jumlah penduduk yang besar, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, serta kebutuhan layanan kesehatan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga penelitian, sektor kesehatan diharapkan berkembang menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis