Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Silaturahmi Harakiyah Bersama Kodam V/Brawijaya Libatkan 102 Perusahaan, Gubernur Khofifah Dorong Pencari Kerja Hadiri Job Fair Inklusif 2026 HIKAM Siapkan Apresiasi Kinerja Pengurus Daerah pada Haul ke-5 Abah Yai Djamal Biro Adpim Jatim dan DSC Siap Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Kuatkan Empati dan Kegigihan Gubernur Khofifah Apresiasi Program SIKAP Jatim yang Sukses Sabet Penghargaan Inovasi Membangun Negeri

Ekonomi & Bisnis

Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia

badge-check


Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia Perbesar

Jakarta, Petik – Sektor kesehatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penguatan investasi, peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor produk kesehatan, industri kesehatan diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sektor kesehatan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menarik investasi. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pengembangan industri farmasi, alat kesehatan, laboratorium, hingga layanan kesehatan berbasis teknologi.

Menurutnya, meningkatnya belanja kesehatan nasional harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi dalam negeri. Selama ini, kebutuhan farmasi dan alat kesehatan masih banyak dipenuhi melalui impor sehingga nilai tambah yang dihasilkan belum sepenuhnya dinikmati oleh Indonesia.

Pemerintah mengajak pelaku usaha dan investor untuk memperkuat ekosistem industri kesehatan nasional melalui pembangunan fasilitas produksi, pengembangan riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Selain itu, pengembangan kawasan industri kesehatan dan kemudahan investasi terus didorong guna menarik masuknya modal baru. Dengan industri kesehatan yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang memperluas pasar ke tingkat internasional.

Prospek industri farmasi, alat kesehatan, dan berbagai produk kesehatan lainnya dinilai sangat menjanjikan. Potensi tersebut didukung oleh jumlah penduduk yang besar, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, serta kebutuhan layanan kesehatan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga penelitian, sektor kesehatan diharapkan berkembang menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Hasilkan Rp1,218 Triliun, Gubernur Khofifah Sebut Misi Dagang Jatim-Aceh Bukan Proses Instan

19 October 2026 - 12:43 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis