Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia

badge-check


Investasi dan Hilirisasi Industri Kesehatan Diproyeksikan Perkuat Perekonomian Indonesia Perbesar

Jakarta, Petik – Sektor kesehatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui penguatan investasi, peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor produk kesehatan, industri kesehatan diyakini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sektor kesehatan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menarik investasi. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pengembangan industri farmasi, alat kesehatan, laboratorium, hingga layanan kesehatan berbasis teknologi.

Menurutnya, meningkatnya belanja kesehatan nasional harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi dalam negeri. Selama ini, kebutuhan farmasi dan alat kesehatan masih banyak dipenuhi melalui impor sehingga nilai tambah yang dihasilkan belum sepenuhnya dinikmati oleh Indonesia.

Pemerintah mengajak pelaku usaha dan investor untuk memperkuat ekosistem industri kesehatan nasional melalui pembangunan fasilitas produksi, pengembangan riset dan inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Selain itu, pengembangan kawasan industri kesehatan dan kemudahan investasi terus didorong guna menarik masuknya modal baru. Dengan industri kesehatan yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpeluang memperluas pasar ke tingkat internasional.

Prospek industri farmasi, alat kesehatan, dan berbagai produk kesehatan lainnya dinilai sangat menjanjikan. Potensi tersebut didukung oleh jumlah penduduk yang besar, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, serta kebutuhan layanan kesehatan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga penelitian, sektor kesehatan diharapkan berkembang menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Khofifah Nilai Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Mampu Tingkatkan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli

10 July 2026 - 07:11 WIB

Hadiri Peluncuran B50 Bersama Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Siap Menjadi Penggerak Transisi Energi Nasional

9 July 2026 - 12:26 WIB

Dipimpin Gubernur Khofifah, Misi Dagang Jatim–Riau Catat Rekor Transaksi Rp1,06 Triliun dan Perkuat Rantai Pasok Nasional

8 July 2026 - 12:17 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis