Menu

Dark Mode
Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia Gubernur Khofifah dan Unhan RI Perkuat Kerja Sama, Sinergikan Sains, Ketahanan Pangan, dan Mitigasi Bencana Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan Penanganan RTLH Jadi Prioritas, Gubernur Khofifah Maksimalkan Sinergi dan Verifikasi Penerima BSPS di Jatim

Sosial & Budaya

Kemendikdasmen Dorong Bahasa Daerah Jadi Bahasa Ajar demi Cegah Kepunahan

badge-check


Kemendikdasmen Dorong Bahasa Daerah Jadi Bahasa Ajar demi Cegah Kepunahan Perbesar

Jakarta, Petik – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mendorong penguatan penggunaan bahasa daerah agar tidak hanya diajarkan sebagai mata pelajaran, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di sekolah.

Menurut Atip, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap bahasa ibu mereka. Ia menilai pelestarian bahasa daerah tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial atau dokumentasi dalam bentuk buku dan kamus semata.

Atip menegaskan bahwa bahasa daerah harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan. Jika tidak digunakan secara aktif dalam proses belajar mengajar, bahasa daerah dikhawatirkan perlahan hanya akan menjadi bagian dari warisan budaya yang kehilangan penuturnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan teknologi dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Pemerintah mendorong agar bahasa-bahasa daerah di Indonesia dapat masuk ke dalam ekosistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), termasuk pengembangan teknologi berbasis Large Language Model (LLM).

Menurutnya, integrasi bahasa daerah ke dalam teknologi digital menjadi langkah strategis agar bahasa lokal tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan terus digunakan oleh generasi muda di ruang digital.

Dorongan tersebut disampaikan dalam rangkaian Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 yang menjadi momentum penguatan revitalisasi bahasa daerah di Indonesia. Pemerintah berharap penguatan bahasa daerah melalui pendidikan dan teknologi dapat menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga menilai ancaman kepunahan bahasa daerah perlu menjadi perhatian serius. Sejumlah bahasa daerah di Indonesia dilaporkan telah kehilangan penutur aslinya sehingga diperlukan langkah konkret untuk memperkuat regenerasi penutur muda.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan

17 September 2026 - 06:00 WIB

Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas

17 September 2026 - 01:44 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia

16 September 2026 - 10:07 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya