Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Salurkan Ribuan Liter Air Bersih dan Sarana Penampungan bagi Masyarakat Sumenep Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 469 ASN Pemprov Jatim Bersama Mentan Amran di HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petani Gubernur Khofifah Tegaskan Keunggulan Vokasi Jatim Usai Program Servis Motor Gratis Masuk Rekor MURI Kemiskinan Jatim Turun Jadi 9,06 Persen, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sosial & Budaya

Khofifah Lantik Pengurus IKA UNAIR Jateng, Tekankan Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan untuk Tingkatkan IPM

badge-check


Khofifah Lantik Pengurus IKA UNAIR Jateng, Tekankan Sinergi Pendidikan dan Layanan Kesehatan untuk Tingkatkan IPM Perbesar

SEMARANG, 12 APRIL 2026 – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik  Pengurus Wilayah  IKA UNAIR Jawa Tengah di UTC Convention Hotel, Semarang, Sabtu (11/4).

Menariknya, mayoritas pengurus yang dilantik merupakan tenaga medis, khususnya dokter. Hal ini, menurut Khofifah, menjadi momentum strategis untuk mendorong kontribusi alumni dalam menjawab tantangan pemerataan layanan kesehatan  berkualitas di Indonesia.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya terobosan dalam sistem pendidikan kesehatan, khususnya melalui penguatan pendekatan kedokteran  yang terintegrasi dengan sistem layanan kesehatan nasional.

"Pendidikan kesehatan negeri ini mengawali hospital based kemudian berubah university based. Namun tidak mudah mengambil keputusan antara hospital based dan university based dan saat ini Pemerintah melalui Kemenkes akan menambah formula hospital based tanpa mengurangi porsi university based," jelasnya. 

Menurut Khofifah, penguatan sistem pendidikan tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis, terutama di daerah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi) yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.

Ia mencontohkan, masih terdapat daerah yang belum memiliki dokter spesialis tertentu yang menunjukkan adanya kesenjangan distribusi tenaga kesehatan.

"Ada standar yang disepakati bagaimana mengukur IPM dengan melihat peta distribusi layanan berkualitas terutama hadirnya para dokter spesialis di berbagai titik terutama di daerah 4T yang selama ini mengalami kesenjangan layanan kesehatan," jelasnya. 

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa penguatan layanan kesehatan yang merata merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan bangsa. Sebab, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, tetapi juga oleh akses layanan kesehatan yang memadai.

"Mengawal NKRI dengan beragam cara akan menjadi pagar NKRI bahwa IPM mendapat perhatian karena pendidkan, kesehatan dan kesejahteraan bagus sehingga menurunkan kemiskinan dan pengangguran," jelasnya. 

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendekatan hospital based dan university based dalam sistem pendidikan tenaga kesehatan, agar mampu menghasilkan tenaga medis yang kompeten sekaligus merata distribusinya, 

"Pentingnya menjaga keseimbangan antara hospital based dan university based untuk melahirkan pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas dan dirasakan secara merata," pungkasnya. 

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Salurkan Ribuan Liter Air Bersih dan Sarana Penampungan bagi Masyarakat Sumenep

15 October 2026 - 03:49 WIB

Gubernur Khofifah Tegaskan Keunggulan Vokasi Jatim Usai Program Servis Motor Gratis Masuk Rekor MURI

13 October 2026 - 01:46 WIB

Kemiskinan Jatim Turun Jadi 9,06 Persen, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

12 October 2026 - 08:37 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya