Menu

Dark Mode
Pelantikan PW PII Jatim Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi Lintas Sektor Jaga Sungai, Jaga Kehidupan, Gubernur Khofifah Dorong Partisipasi Masyarakat Lestarikan Ekosistem Gubernur Khofifah Bersama Deputi Bank Indonesia Lepas Ratusan Peserta Gowes Nusantara 2026 di Surabaya Kuasai Hampir Separuh Mangrove Jawa, Gubernur Khofifah Minta Momen Hari Mangrove Sedunia Jadi Aksi Nyata Kolaboratif Diperkuat Simulasi Standar Internasional, Gubernur Khofifah Targetkan Kontingen LKS Jatim Raih Minimal 20 Emas Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar

Sosial & Budaya

Menag: MTQ Bisa Menjadi Strategi Pembangunan Ekonomi Berbasis Agama

badge-check


Menag: MTQ Bisa Menjadi Strategi Pembangunan Ekonomi Berbasis Agama Perbesar

Jakarta, Petik — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengusulkan perubahan skema penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) agar diadakan setiap tahun secara nasional, tidak lagi bergantian dengan Seleksi Tilawatil Quran (STQ).

Gagasan ini disampaikan oleh Menag saat menghadiri Anugerah Pekan Tilawatil Quran (PTQ) ke-55 yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) di Jakarta pada Sabtu (28/2/2026).

Menurut Menag, tidak ada perbedaan signifikan antara STQ dan MTQ, terutama dalam pelaksanaannya di tingkat daerah. Ia menilai bahwa energi, persiapan, dan antusiasme pemerintah daerah serta masyarakat terhadap kedua ajang tersebut relatif sama besar. “Kami ingin MTQ diadakan setiap tahun. Ini adalah budaya besar masyarakat. Di tingkat kecamatan dan kabupaten, tidak ada acara yang semeriah MTQ. Masyarakat sangat merindukan syiar ini,” ujar Nasaruddin.

Menag juga menekankan bahwa MTQ tidak hanya memberikan dampak positif secara spiritual, tetapi juga berperan sebagai pendorong ekonomi bagi daerah penyelenggara. Ia menyatakan bahwa ajang tersebut dapat menciptakan efek domino atau multiplier effect dalam ekonomi lokal.

Perputaran uang dari peserta, official, dan pengunjung yang mencapai puluhan ribu orang diperkirakan akan mengalir ke berbagai sektor, seperti transportasi lokal, perhotelan, kuliner, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas ekonomi temporer di sekitar lokasi acara bisa meningkatkan pendapatan pedagang kecil secara langsung. “Jika puluhan ribu orang membelanjakan minimal Rp500 ribu per hari, belum termasuk penginapan, pendapatan tersebut langsung dirasakan masyarakat. Setelah dihitung, pendapatan daerah akan lebih besar daripada pengeluarannya,” jelasnya.

Menag berpendapat bahwa penyelenggaraan MTQ tahunan tidak hanya memperkuat syiar Al-Qur’an, tetapi juga bisa menjadi strategi pembangunan ekonomi berbasis kegiatan keagamaan.

Di akhir sambutannya, Nasaruddin Umar mengapresiasi konsistensi RRI dalam menyelenggarakan PTQ hingga tahun ke-55 dan berharap agar inovasi serta pengembangan varian baru dalam syiar tilawah terus dilakukan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Baca Lainnya

Pelantikan PW PII Jatim Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi Lintas Sektor

27 July 2026 - 08:05 WIB

Jaga Sungai, Jaga Kehidupan, Gubernur Khofifah Dorong Partisipasi Masyarakat Lestarikan Ekosistem

27 July 2026 - 03:14 WIB

Gubernur Khofifah Bersama Deputi Bank Indonesia Lepas Ratusan Peserta Gowes Nusantara 2026 di Surabaya

26 July 2026 - 09:42 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya