Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah dan Unhan RI Perkuat Kerja Sama, Sinergikan Sains, Ketahanan Pangan, dan Mitigasi Bencana Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan Penanganan RTLH Jadi Prioritas, Gubernur Khofifah Maksimalkan Sinergi dan Verifikasi Penerima BSPS di Jatim Gubernur Khofifah Perkuat Transformasi Kawasan Kumuh melalui Permata Jatim, Sikawanku Jadi Basis Data dan Pengambilan Kebijakan Riset Stem Cell dan Kanker Terus Berkembang, Gubernur Khofifah Dorong Jawa Timur Bangun Ekosistem Inovasi Kesehatan Terintegrasi Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

Ekonomi & Bisnis

Menteri PU Fokuskan Percepatan Distribusi Air hingga Lahan Petani

badge-check


Menteri PU Fokuskan Percepatan Distribusi Air hingga Lahan Petani Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan jaringan irigasi tersier di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sebagai upaya meningkatkan distribusi air untuk pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa keberadaan jaringan irigasi tersier sangat penting setelah infrastruktur sumber air tersedia, seperti Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Tanpa jaringan distribusi hingga ke lahan, pemanfaatan air tidak akan optimal dan berisiko terbuang.

Ia menjelaskan bahwa jaringan tersier berfungsi menyalurkan air dari sistem utama langsung ke petak sawah, sehingga efektivitas pengelolaan air sangat ditentukan oleh kondisi jaringan tersebut. Dengan percepatan pembangunan, lebih banyak lahan di Boyolali diharapkan dapat memperoleh suplai air secara maksimal.

Langkah ini juga diambil sebagai respons terhadap penurunan fungsi Bendung Boyo yang sebelumnya menjadi sumber utama irigasi di Boyolali. Menurunnya kapasitas bendung menyebabkan sejumlah lahan tidak lagi mendapat pasokan air secara optimal dan bergantung pada hujan.

Sebagai alternatif, pemerintah telah membangun sistem JIAT di Desa Ketintang, Boyolali, yang memanfaatkan air tanah agar ketersediaan air tetap terjaga sepanjang tahun. Namun, agar manfaatnya maksimal, pembangunan jaringan distribusi hingga tingkat tersier perlu segera diselesaikan.

Menteri PU juga menekankan pentingnya pengelolaan air yang efisien dan berkelanjutan. Dengan sistem irigasi yang terintegrasi dari sumber hingga ke lahan, produktivitas pertanian di Boyolali diharapkan meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Melalui percepatan ini, pemerintah optimistis dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap cuaca, memperluas area tanam, serta menjaga stabilitas produksi pangan di berbagai wilayah.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis