Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Konektivitas Ekonomi Jatim–Kaltim, Gubernur Khofifah Resmikan Kantor Cabang Bank Jatim di Balikpapan Pendaftaran Tahap Kedua Dibuka 10 Oktober, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim Gubernur Khofifah Tinjau Servis Motor Gratis di Sidoarjo, Dorong Siswa SMK Siap Terjun ke Dunia Kerja Sambut Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Biro Adpim Jatim Persembahkan Dua Penghargaan AHI 2026 Jawa Timur Bersholawat Semarakkan Hari Jadi ke-81, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan dan Kebersamaan Gubernur Khofifah Ajak Taruna-Taruni Jatim Siapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045

Keagamaan

Momentum Isra’ Mikraj, Gubernur Khofifah Dorong Kematangan Iman dan Sikap Saling Menghargai

badge-check


Momentum Isra’ Mikraj, Gubernur Khofifah Dorong Kematangan Iman dan Sikap Saling Menghargai Perbesar

SURABAYA, 16 JANUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang jatuh pada Jumat (16/1) sebagai momentum spiritual untuk meningkatkan kedisiplinan ibadah sekaligus keimanan dan ketaqwaan  yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Pasalnya, peristiwa Isra’ Mikraj mengingatkan kembali akan datangnya perintah salat. Dimana Nabi Muhammad SAW dipanggil Allah dan melalui perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina sebelum naik ke Sidratul Muntaha.

"Dari Isra' Mikraj inilah lahir perintah salat lima waktu. Bayangkan, Rasulullah dipanggil langsung ke langit ke tujuh untuk menerima perintah ini. Maka, yang pertama-tama harus kita perbaiki dalam momentum ini adalah disiplin salat kita," kata Gubernur Khofifah di sela-sela kegiatannya di Surabaya.

Peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang sarat makna tersebut juga diyakininya mengandung pesan mendalam tentang kehidupan sosial. Di mana, ritual keagamaan tidak akan membawa dampak besar tanpa diikuti pemaknaan yang lebih substantif.

"Nilai-nilai yang terkandung di Isra' Mikraj ini sangat relevan dengan tantangan masyarakat modern. Salat, misalnya, bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana membentuk keteraturan hidup," jelasnya.

"Disiplin salat mengajarkan kita untuk menghargai waktu, bertanggung jawab, dan tertib dalam menjalankan peran sosial. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh distraksi, nilai disiplin ini justru semakin penting. Sehingga, disiplin moral dalam salah mencerminkan kejujuran dan sifat amanah yang dimiliki seseorang," lanjut Gubernur Khofifah.

Selain disiplin, Khofifah menekankan bahwa Isra' Mikraj merupakan ujian keimanan. Mengingat, kisah perjalanan yang melampaui nalar manusia kala itu menimbulkan beragam respons sehingga membutuhkan sikap dewasa dalam mengimaninya.

“Keimanan yang matang akan melahirkan sikap saling menghargai. Orang yang beriman tidak mudah menghakimi atau merendahkan pihak lain. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, iman seharusnya menjadi sumber ketenangan, bukan pemicu konflik,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial RI itu menerangkan, hubungan dengan Tuhan tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab terhadap manusia. Ketakwaan harus berdampak pada kepekaan sosial yang kemudian melahirkan perilaku saleh sehari-hari, termasuk sikap adil, jujur, dan empati terhadap sesama. 

Tak kalah penting, Isra' Mikraj juga mengajarkan nilai kebersamaan tanpa diskriminasi. Ini terlihat dari praktik salat berjamaah yang mencerminkan persatuan dan kesetaraan.

"Dalam shaf salat, semua berdiri sejajar. Di mana tidak ada perbedaan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Ini pesan kuat bahwa kebersamaan bukan berarti menyeragamkan, tetapi menyatukan langkah untuk tujuan yang lebih besar. Jadi dalam salat, ada nilai Bhinneka Tunggal Ika yang kita amalkan," tuturnya.

Gubernur Khofifah menilai, pesan kebersamaan ini terutama sangat relevan di tengah masyarakat yang kerap terpolarisasi oleh perbedaan pandangan, baik politik, sosial, maupun keagamaan. 

Dirinya kemudia berharap, peringatan Isra' Mikraj dapat menjadi momentum refleksi bersama, agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi benar-benar dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Mudah-mudahan di momentum Isra' Mikraj kali ini kita bisa menjalankan disiplin dalam ibadah, kedewasaan dalam beriman, ketakwaan dalam bersikap, saling menghargai, dan kebersamaan dalam bersosial. Karena ini merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban," pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Masuk Raudhah Jadi Momentum, Gubernur Khofifah Ajak Umat Meneladani Keilmuan dan Akhlak Sayyidah Aisyah RA

23 September 2026 - 11:51 WIB

Doakan Muktamar NU ke 35 Lahirkan Pemimpin yang Alim, Wara’, dan Empati yang tulus kepada Umat.

30 August 2026 - 14:08 WIB

Idul Adha 1447 H: BAZNAS Jombang Berbagi Kebahagiaan Qurban untuk Warga Pinggiran

28 May 2026 - 16:08 WIB

Berita Populer di Keagamaan