Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Sosial & Budaya

Nezar Patria: Pengembangan AI yang Bertanggung Jawab Kunci Mewujudkan Ekonomi Digital ASEAN Masa Depan

badge-check


Nezar Patria: Pengembangan AI yang Bertanggung Jawab Kunci Mewujudkan Ekonomi Digital ASEAN Masa Depan Perbesar

Jakarta, Petik – Teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) diproyeksikan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun ke depan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menyebutkan bahwa potensi ekonomi berbasis AI di negara-negara ASEAN diperkirakan dapat mencapai nilai hingga USD 1 triliun pada 2030.

Dalam ASEAN Conference on AI yang digelar di Jakarta, Nezar menjelaskan bahwa perkembangan AI membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan. Karena itu, kerja sama antarnegara ASEAN perlu diperkuat agar manfaat AI dapat dirasakan secara optimal.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam ekosistem digital regional. Jumlah penduduk yang besar, tingkat penetrasi internet yang terus meningkat, serta perkembangan ekonomi digital yang pesat menjadi modal penting bagi Indonesia untuk berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital ASEAN di masa depan.

Meskipun menawarkan peluang besar, pemanfaatan AI juga memerlukan dukungan tata kelola yang baik. Nezar menekankan pentingnya regulasi yang adaptif, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar teknologi AI dapat berkembang secara aman, inklusif, dan memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.

Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong pengembangan ekosistem AI nasional melalui berbagai langkah strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur digital, penguatan talenta digital, hingga penyusunan kebijakan yang mendukung inovasi teknologi. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.

Selain aspek ekonomi, pengembangan AI juga harus memperhatikan prinsip etika dan tanggung jawab. Keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan masyarakat menjadi faktor penting agar transformasi digital dapat berlangsung secara berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi pembangunan di tingkat nasional maupun regional.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital

13 July 2026 - 12:36 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur

13 July 2026 - 04:11 WIB

Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa

12 July 2026 - 10:53 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya