Menu

Dark Mode
Usai Tuntaskan Tugas HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah Ajak Paskibraka Jatim Jadikan Pengalaman sebagai Bekal Kepemimpinan Gubernur Khofifah: Nasionalisme dan Persatuan Masyarakat Jatim Jadi Modal Kuat Wujudkan Indonesia Berdaulat HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Ajak Jawa Timur Perkuat Kontribusi bagi Kedaulatan dan Kemajuan Indonesia Jawa Timur Bergerak untuk NTT, Gubernur Khofifah Kerahkan Tim SAR dan Tenaga Kesehatan serta Siapkan Bantuan Logistik Gubernur Khofifah Ajak 76 Paskibraka Jatim Jadikan Tugas Negara sebagai Bekal Karakter dan Kepemimpinan Pasar Murah dan Pembagian Bendera Meriahkan HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah: Pemerintah Harus Hadir

Daerah

Pasang Delapan Titik Bronjong untuk Tiga Sungai di Probolinggo, Gubernur Khofifah Maksimalkan Upaya Cegah Abrasi Targetkan Tuntas Agustus

badge-check


Pasang Delapan Titik Bronjong untuk Tiga Sungai di Probolinggo, Gubernur Khofifah Maksimalkan Upaya Cegah Abrasi Targetkan Tuntas Agustus Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses perbaikan infrastruktur di sekitar Sungai Kertosono, Desa Kalibuntu, Kec. Kraksaan, Kab. Probolinggo, Kamis (19/6). 

Perbaikan infrastruktur dilakukan dalam bentuk penataan alur sungai dan pemasangan bronjong. Total ada delapan titik pemasangan bronjong yang dilakukan untuk tiga sungai yang ada di Kabupaten Probolinggo dimana tujuannya untuk mengurangi dampak banjir dan sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim hujan panjang. 

Didampingi Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini dan Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Prov. Jatim Ir. Baju Trihaksoro, Gubernur Khofifah memantau proses penataan alur hingga pemasangan bronjong di salah satu daerah langganan banjir rob di Kab. Probolinggo. 

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa pemasangan bronjong dan perbaikan infrastruktur sungai lainnya juga dilakukan di berbagai daerah di Jawa Timur.

"Kita mendapat pengajuan dari berbagai Kab/Kota kaitannya banyak jembatan yang ambruk akibat diterjang banjir yang cukup besar arusnya dengan membawa material. Bahkan disini juga sudah dimulai perbaikan jembatannya," ujar Khofifah. 

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air tengah melakukan perbaikan infrastruktur di sekitar Sungai Kertosono, Sungai Kedunggaleng dan Sungai Laweyan di Kab. Probolinggo. 

Rencananya, Pemprov Jatim akan melakukan pemasangan bronjong di delapan titik dengan total panjang mencapai 367 m dan tinggi 7-8 m yang terbagi di Sungai Kertosono 1 titik, Sungai Kedunggaleng 6 titik dan Sungai Laweyan 1 titik.
Selain pemasangan bronjong, dilakukan pula penataan alur sungai sepanjang 30m di Sungai Kertosono.

Adapun proses pelaksanaan pekerjaan dilakukan dalam waktu 75 hari dan menelan anggaran APBD Pemprov Jatim sebesar Rp 9,05 M. 

"Insya Allah bisa selesai Agustus ini," ungkap Gubernur Khofifah. 

Selain di Probolinggo, wilayah lainnya yang tengah dikerjakan  adalah di Kabupaten Lumajang. Gubernur Khofifah  mengatakan, wilayah Lumajang dinilai cukup berat penanganannya mengingat derasnya dorongan material dari Gunung Semeru yang mengalir di kawasan tersebut. 

"Yang cukup luas bentangannya serta cukup panjang ada di Lumajang, karena lumayan berat karena pagi sampai siang di bronjong, malam kena dorongan lagi dari material Semeru dan seterusnya," tuturnya. 

Kemudian di Kab. Jember, Gubernur Khofifah mengaku tengah melakukan perbaikan tanggul yang longsor di Kec. Tanggul.
 
Meskipun menghadapi kondisi yang berbeda-beda di tiap daerahnya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan terus bekerja keras guna menangani satu persatu permasalahan infrastruktur sungai di berbagai daerah bersinergi dengan pemkab dan pemkot setempat.

"Kita terus berkeliling ke berbagai daerah, ada yang sifatnya pengerukan, seperti di Pamekasan. Tapi untuk yang bronjong, pembetulan tanggul dan jembatan juga cukup banyak," jelasnya. 

"Mohon doa dari semua kita berikhtiar bersama untuk kebaikan bersama," pungkas Gubernur Khofiffah. 

Sementara itu, Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Prov. Jatim Ir. Baju Trihaksoro mengatakan bahwa di wilayah Desa Kalibuntu telah terjadi banjir pada Februari 2025 lalu. Banjir tersebut menggenangi rumah warga bahkan merusak satu gedung sekolah, sehingga diperlukan pemasangan bronjong untuk mengamankan infrastrukturnya.

Selain melindungi bangunan sekolah, pemasangan bronjong diharapkan bisa mencegah dampak banjir yang merusak  hampir 500 hektar area sawah di sekitarnya.

 

Baca Lainnya

Pasar Murah dan Pembagian Bendera Meriahkan HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah: Pemerintah Harus Hadir

16 August 2026 - 12:03 WIB

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis