Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak Bawa 116 Anggota Kontingen ke MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Perkuat Dukungan untuk Kafilah Jatim Dari Sabang hingga Merauke Bersatu di AMN Surabaya, Gubernur Khofifah Teguhkan Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045 Gubernur Khofifah Kembali Raih Penghargaan PRIWOLA 2026, Dorong Komunikasi Pemerintah yang Terbuka dan Responsif Gubernur Khofifah Berangkatkan 116 Kafilah Jatim ke Semarang, Dorong Prestasi Nasional sekaligus Syiar Al-Qur’an

Ekonomi & Bisnis

Pengaduan Digital Diperkuat untuk Respons Lebih Cepat

badge-check


Pengaduan Digital Diperkuat untuk Respons Lebih Cepat Perbesar

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiapkan langkah cepat untuk memperkuat penanganan kejahatan digital yang terus mengalami peningkatan.

Langkah ini dilakukan melalui penguatan sistem pengaduan masyarakat agar lebih cepat, terintegrasi, dan mudah diakses. Pemerintah menilai bahwa peningkatan kasus kejahatan digital, seperti penipuan online, perjudian daring, hingga pemerasan berbasis digital, memerlukan respons yang lebih sigap dan terkoordinasi.

Dalam upaya tersebut, Kemkomdigi dan Polri memperkuat sinergi antar lembaga melalui integrasi sistem pelaporan. Dengan sistem yang lebih terpusat, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi kesulitan dalam menyampaikan laporan, sekaligus mempercepat proses penanganan oleh aparat.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penyederhanaan kanal pengaduan agar masyarakat dapat mengakses layanan melalui satu pintu. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan laporan sekaligus mengurangi waktu respons terhadap kasus yang terjadi.

Penguatan sistem ini juga didukung dengan pemanfaatan teknologi digital, termasuk pengembangan command center yang mampu menerima, memproses, dan menindaklanjuti laporan secara real time. Dengan sistem tersebut, koordinasi antar lembaga dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital. Literasi digital dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah terjadinya kejahatan serta mengurangi jumlah korban.

Melalui langkah terintegrasi ini, pemerintah optimistis penanganan kejahatan digital di Indonesia dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat di ruang digital.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis