Menu ✖

Dark Mode
Peringati Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Kucurkan Bantuan Pendidikan untuk 450 Pelajar Madura Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim Beri Penghormatan Tertinggi, Gubernur Khofifah Salurkan Santunan bagi Korban Gugur Karhutla Bromo Sekdaprov Adhy Karyono: Visi Gerbang Baru Nusantara Bukan Jargon, Harus Bawa Dampak dan Manfaat Luas Gubernur Khofifah Hadirkan Bahan Pokok Murah dan Produk IKM bagi Warga Batuputih Laok Sumenep Gubernur Khofifah Perluas Akses Kesehatan Warga Sumenep Lewat Baksos dan Khitanan Massal di Pantai Slopeng

Ekonomi & Bisnis

Penguatan Kebijakan Ekspor SDA Jadi Langkah Strategis Perkokoh Fondasi Ekonomi Nasional

badge-check


Penguatan Kebijakan Ekspor SDA Jadi Langkah Strategis Perkokoh Fondasi Ekonomi Nasional Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dan penataan tata kelola ekspor komoditas strategis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat optimal bagi perekonomian domestik serta mendukung stabilitas keuangan nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa penguatan kebijakan DHE SDA bertujuan agar devisa hasil ekspor dapat ditempatkan dan dimanfaatkan di dalam negeri sehingga mampu meningkatkan likuiditas perbankan nasional, memperkuat cadangan devisa, hingga mendukung pembiayaan pembangunan dan hilirisasi industri.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan tata kelola ekspor komoditas strategis melalui skema ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kebijakan tersebut diterapkan secara bertahap untuk sejumlah komoditas seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferroalloy.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan transaksi ekspor sekaligus meningkatkan integritas data perdagangan nasional. Dengan pengawasan yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap praktik manipulasi nilai ekspor atau trade misinvoicing dapat ditekan.

Pemerintah menilai optimalisasi DHE SDA juga penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Dana hasil ekspor yang tersimpan di dalam negeri diharapkan dapat memperkuat pasar keuangan domestik serta meningkatkan kapasitas pembiayaan sektor produktif.

Implementasi kebijakan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni 2026 dengan sejumlah regulasi pendukung yang tengah difinalisasi lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah memastikan pelaksanaan kebijakan tetap memperhatikan kepastian usaha dan kelancaran aktivitas ekspor nasional.

Selain memperkuat pengawasan dan penerimaan negara, kebijakan tata kelola ekspor SDA juga disebut sebagai bentuk implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Di sisi lain, kebijakan ini juga memunculkan beragam tanggapan publik. Sejumlah kalangan menilai penguatan tata kelola ekspor berpotensi meningkatkan transparansi perdagangan dan penerimaan negara, namun sebagian lainnya berharap implementasi kebijakan dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu iklim investasi dan aktivitas ekspor nasional.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Gubernur Khofifah Hadirkan Bahan Pokok Murah dan Produk IKM bagi Warga Batuputih Laok Sumenep

15 October 2026 - 11:05 WIB

Peringati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kesehatan Guru dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

11 October 2026 - 12:09 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis