Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Silaturahmi Harakiyah Bersama Kodam V/Brawijaya Libatkan 102 Perusahaan, Gubernur Khofifah Dorong Pencari Kerja Hadiri Job Fair Inklusif 2026 HIKAM Siapkan Apresiasi Kinerja Pengurus Daerah pada Haul ke-5 Abah Yai Djamal Biro Adpim Jatim dan DSC Siap Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Gubernur Khofifah Ajak Generasi Muda Kuatkan Empati dan Kegigihan Gubernur Khofifah Apresiasi Program SIKAP Jatim yang Sukses Sabet Penghargaan Inovasi Membangun Negeri

Ekonomi & Bisnis

Perempuan Muda Pelaku Usaha Ultra Mikro Diperkuat melalui Kolaborasi Bappenas dan UNDP

badge-check


Perempuan Muda Pelaku Usaha Ultra Mikro Diperkuat melalui Kolaborasi Bappenas dan UNDP Perbesar

Jakarta, Petik – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan muda melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Youth Ultra-Micro Entrepreneurs Empowerment (YUMEE) dan Entrepreneurial Skills Development Fund (ESDF). Kedua program ini dirancang untuk membantu perempuan muda meningkatkan kemampuan berwirausaha, memperluas peluang bisnis, serta memperoleh akses pendanaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bappenas menilai penguatan kewirausahaan perempuan muda memiliki peran strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga, pelaku usaha perempuan juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi di tingkat lokal.

Melalui program tersebut, para peserta akan memperoleh berbagai bentuk dukungan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi akses terhadap sumber pembiayaan. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu perempuan muda menghadapi berbagai tantangan yang selama ini menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha, seperti keterbatasan keterampilan, jaringan bisnis, dan modal usaha.

UNDP Indonesia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, perempuan muda diharapkan mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Program YUMEE dan ESDF akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah daerah sebagai tahap awal implementasi. Hasil dari pelaksanaan program tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam penyusunan kebijakan yang mendukung pengembangan kewirausahaan perempuan dan penguatan ekonomi inklusif di Indonesia.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Hasilkan Rp1,218 Triliun, Gubernur Khofifah Sebut Misi Dagang Jatim-Aceh Bukan Proses Instan

19 October 2026 - 12:43 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis