Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Salurkan Ribuan Liter Air Bersih dan Sarana Penampungan bagi Masyarakat Sumenep Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 469 ASN Pemprov Jatim Bersama Mentan Amran di HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petani Gubernur Khofifah Tegaskan Keunggulan Vokasi Jatim Usai Program Servis Motor Gratis Masuk Rekor MURI Kemiskinan Jatim Turun Jadi 9,06 Persen, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

Perempuan Muda Pelaku Usaha Ultra Mikro Diperkuat melalui Kolaborasi Bappenas dan UNDP

badge-check


Perempuan Muda Pelaku Usaha Ultra Mikro Diperkuat melalui Kolaborasi Bappenas dan UNDP Perbesar

Jakarta, Petik – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan muda melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Youth Ultra-Micro Entrepreneurs Empowerment (YUMEE) dan Entrepreneurial Skills Development Fund (ESDF). Kedua program ini dirancang untuk membantu perempuan muda meningkatkan kemampuan berwirausaha, memperluas peluang bisnis, serta memperoleh akses pendanaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bappenas menilai penguatan kewirausahaan perempuan muda memiliki peran strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga, pelaku usaha perempuan juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi di tingkat lokal.

Melalui program tersebut, para peserta akan memperoleh berbagai bentuk dukungan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi akses terhadap sumber pembiayaan. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu perempuan muda menghadapi berbagai tantangan yang selama ini menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha, seperti keterbatasan keterampilan, jaringan bisnis, dan modal usaha.

UNDP Indonesia menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, perempuan muda diharapkan mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Program YUMEE dan ESDF akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah daerah sebagai tahap awal implementasi. Hasil dari pelaksanaan program tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam penyusunan kebijakan yang mendukung pengembangan kewirausahaan perempuan dan penguatan ekonomi inklusif di Indonesia.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Peringati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kesehatan Guru dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

11 October 2026 - 12:09 WIB

Pasar Murah Jadi Ruang Belanja Hemat Sekaligus Promosi Produk Lokal, Gubernur Khofifah Dorong UMKM Terus Tumbuh

7 October 2026 - 06:36 WIB

Semarak Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Bagikan Bantuan Pangan dan Hadiah di Mojokerto-Blitar

6 October 2026 - 01:37 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis