Menu

Dark Mode
Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemprov Jatim Bebaskan Sejumlah Pajak dan Sanksi Administratif, Gubernur Khofifah: Ringankan Beban Masyarakat Akad Massal KPR Sejahtera Disaksikan Presiden Prabowo, Khofifah Pastikan Ekosistem Rumah Subsidi Jatim Terus Diperkuat Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Gubernur Khofifah Kembali Gelar Pasar Murah di Kabupaten Tuban Dorong Transparansi dan Kepercayaan Publik, Kabiro Adpim Jatim Raih Award Kepemimpinan Komunikasi Inklusif 2026 Gubernur Khofifah: SR Terintegrasi Tuban Hadirkan Pendidikan Berkualitas dengan Fasilitas Lengkap dan Ekosistem Pendukung

Sosial & Budaya

Peringati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Gubernur Khofifah Dorong Budaya Tolong-Menolong sebagai Fondasi Kesalehan Sosial

badge-check


Peringati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Gubernur Khofifah Dorong Budaya Tolong-Menolong sebagai Fondasi Kesalehan Sosial Perbesar

SURABAYA, 16 JUNI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri secara langsung sekaligus dzikir, sholawat, doa akhir tahun 1447 Hijriah serta 1 Muharram awal tahun baru 1448 Hijriah di Masjid Raya Islamic Centre Jawa Timur, Jalan Dukuh Kupang Surabaya, Senin (15/6) malam.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak beserta segenap Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, acara ini diisi oleh sekitar 5.000 masyarakat umum.

Kegiatan menyambut Tahun Baru Hijriyah ini berjalan khidmat dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya KH. Abdul Hamid Abdullah. Adapula Tausiyah Tahun Baru Hijriyah disertai doa yang dibawakan oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara personal maupun sosial. Menurutnya, makna hijrah tidak sekadar perpindahan secara fisik, tetapi perubahan menuju kebaikan yang berkelanjutan.

Sebab, menurutnya, Peringatan 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum refleksi dan pembelajaran yang sangat penting dalam kehidupan.

"Saya ingin kita memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah, satu momentum yang secara saintifik memberikan pembelajaran yang sangat kuat bagaimana sesungguhnya proses hijrah kaum Muhajirin dan bagaimana kaum Anshar menjadi penolong," katanya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, 1 Muharram merupakan momentum penting mengamalkan Surah Al-Maidah Ayat 2, yakni "Wa ta'awanu 'alal-birri wat-taqwa wa la ta'awanu 'alal-itsmi wal-'udwâni wattaqullah, innallaha syadidul-'iqab." Yang berarti, "Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya."

"Pada posisi seperti inilah bagaimana sesungguhnya tolong-menolong di antara kita menjadi bagian penting untuk membangun kesolehan sosial. Dan yang penting juga bagaimana pergantian tahun dari 1447 Hijriah menuju 1448 Hijriah bisa menjadi momen menghijrahkan kita," tuturnya.

"Kalau biasanya kita yang punya hutang, bisa hijrah menjadi lunas hutangnya. Atau dari yang semula punya hutang, bisa hijrah menjadi bisa menghutani. Dan yang tadinya bikin kegiatan minta sedekah, maka sekarang hijrah bikin kegiatan sekaligus mensedekahi. Jadi 1 Muharram ini ada proses hijrah yang positif yang bisa menggerakkan dari kebaikan yang satu menuju kebaikan-kebaikan berikutnya," lanjut Gubernur Khofifah.

Proses hijrah secara historis, kata Khofifah, menjadi bagian penting bagi proses hidup manusia. Terlebih dalam perannya sebagai entitas keluarga maupun sebagai komunitas masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. 

"Oleh karena itu, proses inilah yang menjadi starting point kita untuk bisa berpikir bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan itulah kategori orang yang beruntung. Maka, mulai malam ini, kita akan menggerakkan seluruh ikhtiar kita dan mengerakkan seluruh energi kita menuju kebaikan lebih baik dan lebih baik lagi," tuturnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah juga meminta doa agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa amanah dan dimudahkan dalam melayani masyarakat. Di mana, pada peringatan tahun baru Hijriah ini, ia berharap agar semua program pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal.

"Terima kasih semuanya. Selamat menyambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 Hijriah. Mudah-mudahan tahun depan tambah bahagia, tambah berkah, dan tahun baru ini membawa kemanfaatan untuk kehidupan kita semua. Amin," pungkas Gubernur Khofifah.

Tak hanya pemanjatan doa dan lantunan ayat suci Al-Qur'an, acara juga dimeriahkan dengan undian 15 paket Tabungan Umroh bagi Wajib Pajak Patuh oleh Gubernur Khofifah dan Forkopimda Jatim. Selain tabungan umroh, diundi pula berbagai doorprize berupa sepeda motor, laptop, TV, dan 4 kulkas.

Baca Lainnya

Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia

1 August 2026 - 11:35 WIB

Dorong Transparansi dan Kepercayaan Publik, Kabiro Adpim Jatim Raih Award Kepemimpinan Komunikasi Inklusif 2026

31 July 2026 - 00:37 WIB

Gubernur Khofifah: SR Terintegrasi Tuban Hadirkan Pendidikan Berkualitas dengan Fasilitas Lengkap dan Ekosistem Pendukung

30 July 2026 - 09:21 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya