Menu

Dark Mode
Transparansi Informasi dan Kemitraan dengan Media Antarkan Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026 Gubernur Khofifah: Kopi dan Kakao Jatim Siap Menjadi Komoditas Unggulan Berkelas Dunia Nobar Final Piala Dunia di Grahadi Berlangsung Meriah, Gubernur Khofifah Tekankan Nilai Sportivitas dan Solidaritas Idul Khotmi Nasional ke-234 Jadi Momentum, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Spiritualitas dan Persaudaraan Umat Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Jadi Etalase Budaya Dunia, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix Tinjau KKMP Tukangkayu, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Jaringan Bulog dan Pertamina untuk Jamin Pasokan

Ekonomi & Bisnis

Perlindungan Risiko Migas Jadi Kunci Permintaan Produk Asuransi Energi

badge-check


Perlindungan Risiko Migas Jadi Kunci Permintaan Produk Asuransi Energi Perbesar

Jakarta — Peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional diproyeksikan membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri asuransi di Indonesia, khususnya di segmen asuransi energi yang menangani risiko sektor hulu migas. Hal ini mengemuka dalam diskusi “Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas” yang melibatkan pemangku kepentingan dari pemerintah, industri migas, serta sektor asuransi di Jakarta. Peningkatan aktivitas eksplorasi, pengembangan lapangan, dan operasional migas menuntut perlindungan risiko yang semakin kompleks, sehingga asuransi menjadi komponen penting dalam manajemen risiko industri energi nasional. 

Kepala Divisi Perpajakan, Asuransi, dan Perbendaharaan SKK Migas, Achmad Rezki Isfadjar, menyatakan bahwa potensi bisnis asuransi di sektor hulu migas sangat besar, karena aktivitas investasi dan operasi yang intensif menciptakan kebutuhan proteksi risiko yang berkelanjutan. Perlindungan asuransi aset dan kegiatan operasional melalui mekanisme konsorsium asuransi nasional dinilai dapat memperkuat posisi industri asuransi domestik dan meningkatkan peluang premi dari kontraktor migas. 

Dari sisi pelaku industri, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswandono, menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan produksi migas untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta membuka peluang investasi di sektor energi. Lonjakan aktivitas ini diperkirakan akan berdampak langsung terhadap permintaan produk asuransi yang lebih luas dan kompleks, mencakup perlindungan aset fisik, tanggung jawab hukum, dan keselamatan kerja. 

Wakil Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Adi Pramana, menilai bahwa karakter risiko di sektor migas — yang sering kali low frequency namun high severity — membuat kebutuhan asuransi sangat penting guna menjamin keberlanjutan operasional dan efisiensi. Dengan upaya pemerintah meningkatkan produksi migas hingga target strategis masa depan, kerjasama antara pelaku industri migas dan perusahaan asuransi dipandang sebagai kunci penguatan kapasitas industri untuk memaksimalkan potensi pasar ini. 

Meskipun peluang pertumbuhan besar, para pelaku industri juga mencatat bahwa partisipasi perusahaan asuransi lokal di lini hulu migas masih terbatas, sehingga masih terbuka ruang besar untuk pengembangan produk asuransi energi di dalam negeri. 

📌 Sumber Berita : Infopublik

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Kopi dan Kakao Jatim Siap Menjadi Komoditas Unggulan Berkelas Dunia

20 July 2026 - 09:24 WIB

Tinjau KKMP Tukangkayu, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Jaringan Bulog dan Pertamina untuk Jamin Pasokan

18 July 2026 - 12:35 WIB

Presiden Prabowo Dorong Gerakan Nasional Ketahanan Pangan, Gubernur Khofifah Tegaskan Kontribusi Besar Jawa Timur

18 July 2026 - 01:24 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis