Menu ✖

Dark Mode
350 SMK Serentak Layani Servis Gratis 8.100 Sepeda Motor, Gubernur Khofifah: Vokasi Harus Dekat dengan Praktik Pasar Murah Jadi Ruang Belanja Hemat Sekaligus Promosi Produk Lokal, Gubernur Khofifah Dorong UMKM Terus Tumbuh Dari Ketahanan Menuju Kedaulatan Pangan, Gubernur Khofifah Perkuat Mekanisasi Pertanian di Jatim Gubernur Khofifah: Bantuan Harus Jadi Pengungkit Ketahanan Ekonomi dan Kemandirian Keluarga Kenang Jasa Gubernur Pertama Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Keteladanan Kepemimpinan di Era Kini Semarak Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Bagikan Bantuan Pangan dan Hadiah di Mojokerto-Blitar

Politik & Pemerintahan

Prabowo Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Konkret ASEAN Plus Three Hadapi Tantangan Global

badge-check


Prabowo Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Konkret ASEAN Plus Three Hadapi Tantangan Global Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menekankan pentingnya memperkuat kerja sama konkret dan memastikan bahwa persaingan di kawasan tetap bersifat konstruktif.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam intervensinya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-28 ASEAN Plus Three (APT) yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Senin (27/10/2025).

Presiden Prabowo menyebutkan bahwa babak baru kerja sama kawasan ini berlangsung di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik. Menurutnya, tantangan tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di kawasan. “Bagi Indonesia, hal-hal ini bukanlah risiko yang bersifat abstrak. Inilah tekanan nyata bagi para petani kita, generasi muda kita, dan peran penting yang kita mainkan dalam rantai pasok global,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden RI juga menyoroti laporan ASEAN Plus Three Regional Economic Outlook terbaru yang menunjukkan ketangguhan ekonomi kawasan, namun mengingatkan bahwa stabilitas tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang pasti. Ia menekankan pentingnya integrasi regional, diversifikasi perdagangan, serta penguatan jaring pengaman keuangan sebagai inti dari agenda APT. “Indonesia mengakui kontribusi kerja sama trilateral antara Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea bagi seluruh kawasan. Untuk menjaga pertumbuhan dan melindungi diri dari guncangan eksternal, pendalaman kerja sama trilateral melalui pertemuan puncak dan tingkat menteri secara rutin akan sangat penting,” kata Presiden Prabowo.

Dalam konteks kerja sama konkret, Presiden menyerukan peningkatan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) guna menjamin ketersediaan pasokan pangan yang stabil serta memperkuat respons darurat antarnegara melalui pertukaran informasi yang lebih baik.

Presiden juga menekankan pentingnya pelaksanaan penuh APT Cooperation Work Plan (2023–2027) dan penguatan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai langkah nyata memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan kawasan. “Indonesia mendukung penuh pengesahan ASEAN Plus Three Leaders’ Statement on Strengthening Regional Economic and Financial Cooperation,” tegasnya.

Menutup intervensinya, Presiden Prabowo menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga semangat persaingan yang sehat di tengah dinamika global yang semakin intens. “Saya ingin menegaskan kembali sebuah kebenaran mendasar bahwa persaingan adalah sesuatu yang tak terelakkan itulah mesin kemajuan. Namun agar benar-benar menjadi pendorong kemajuan, persaingan harus bersifat konstruktif,” tutup Presiden Prabowo.

Baca Lainnya

PKN II dan PKP Jatim Ditutup, Gubernur Khofifah Dorong ASN Bangun Kolaborasi untuk Percepat Perubahan

3 October 2026 - 09:36 WIB

Gubernur Khofifah Teguhkan Persaudaraan Jatim-Palestina, Dorong Kerja Sama yang Produktif dan Berkelanjutan

27 September 2026 - 12:56 WIB

Gubernur Khofifah Hadiri Pelantikan 86 Pengurus MES Jatim, Dukung Penguatan Sertifikasi dan Industri Halal

27 September 2026 - 03:02 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan