Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Salurkan Ribuan Liter Air Bersih dan Sarana Penampungan bagi Masyarakat Sumenep Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya Gubernur Khofifah Beri Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 469 ASN Pemprov Jatim Bersama Mentan Amran di HUT ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Petani Gubernur Khofifah Tegaskan Keunggulan Vokasi Jatim Usai Program Servis Motor Gratis Masuk Rekor MURI Kemiskinan Jatim Turun Jadi 9,06 Persen, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

Presiden: Kepala Daerah Garda Terdepan Dengarkan Denyut Nadi Rakyat

badge-check


Presiden: Kepala Daerah Garda Terdepan Dengarkan Denyut Nadi Rakyat Perbesar

Tangerang – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran kepala daerah sebagai pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (28/8/2025).

“Saudara-saudara adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat. Bersama camat, bersama kepala desa, Saudara-saudara adalah yang paling dekat dengan rakyat. Saudara-saudara adalah yang paling tahu denyut nadi rakyat, yang paling peka terhadap kesulitan rakyat,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci pembangunan bangsa terletak pada kualitas pemerintahan. Ia menguraikan hasil kajian sejarah yang membuktikan bahwa suatu bangsa dapat bertahan ratusan tahun jika memiliki tiga unsur utama: tentara yang unggul, kepolisian dan keamanan yang unggul, serta pemerintahan yang unggul.

“Yang ketiga adalah pemerintahan yang unggul. Dalam bahasa Inggris disebut excellent civil service. Saya gabungkan menjadi pemerintahan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Presiden juga menyinggung sejarah pemerintahan Kekaisaran Ottoman yang menekankan pentingnya pendidikan kepemimpinan dan tata kelola. Prinsip tersebut, menurutnya, tetap relevan hingga saat ini dalam membentuk pemimpin daerah yang setia pada bangsa.

“Saudara harus menjalankan pemerintah yang bersih dan adil. Kalau tidak, Saudara tidak akan berhasil. Ini berlaku untuk setiap tingkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa amanat menegakkan pemerintahan yang bersih bukan hanya tanggung jawab presiden, melainkan juga seluruh pemimpin daerah hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil. Ini kewajiban saya, dan juga kewajiban semua bupati, wali kota, camat, kepala desa, dan lurah. Kalau tidak, kita tidak akan jadi negara yang berhasil. Pemerintah yang korup, tidak mungkin membawa kemakmuran kepada rakyat,” pungkasnya. (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Peringati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kesehatan Guru dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

11 October 2026 - 12:09 WIB

Pasar Murah Jadi Ruang Belanja Hemat Sekaligus Promosi Produk Lokal, Gubernur Khofifah Dorong UMKM Terus Tumbuh

7 October 2026 - 06:36 WIB

Semarak Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Bagikan Bantuan Pangan dan Hadiah di Mojokerto-Blitar

6 October 2026 - 01:37 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis