Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Minta Sekolah Cek Akhir Kesiapan TKA: Antisipasi Gangguan Listrik dan Jaringan Gubernur Khofifah Bersyukur Atlet Jatim Sumbang 13 Medali di Asian Para Games 2026 Gubernur Khofifah Targetkan Prevalensi Stunting Jatim Turun Jadi 12 Persen pada 2029 Sukses Gelar Jatim Bersholawat, Gubernur Khofifah Tampung Antusiasme 20 Ribu Jemaah di Grahadi Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga Gubernur Khofifah Sebut OMC Hingga Water Bombing Terus Dikerahkan untuk Karhutla di Jatim

Ekonomi & Bisnis

Presiden: Kepala Daerah Garda Terdepan Dengarkan Denyut Nadi Rakyat

badge-check


Presiden: Kepala Daerah Garda Terdepan Dengarkan Denyut Nadi Rakyat Perbesar

Tangerang – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran kepala daerah sebagai pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (28/8/2025).

“Saudara-saudara adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat. Bersama camat, bersama kepala desa, Saudara-saudara adalah yang paling dekat dengan rakyat. Saudara-saudara adalah yang paling tahu denyut nadi rakyat, yang paling peka terhadap kesulitan rakyat,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci pembangunan bangsa terletak pada kualitas pemerintahan. Ia menguraikan hasil kajian sejarah yang membuktikan bahwa suatu bangsa dapat bertahan ratusan tahun jika memiliki tiga unsur utama: tentara yang unggul, kepolisian dan keamanan yang unggul, serta pemerintahan yang unggul.

“Yang ketiga adalah pemerintahan yang unggul. Dalam bahasa Inggris disebut excellent civil service. Saya gabungkan menjadi pemerintahan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Presiden juga menyinggung sejarah pemerintahan Kekaisaran Ottoman yang menekankan pentingnya pendidikan kepemimpinan dan tata kelola. Prinsip tersebut, menurutnya, tetap relevan hingga saat ini dalam membentuk pemimpin daerah yang setia pada bangsa.

“Saudara harus menjalankan pemerintah yang bersih dan adil. Kalau tidak, Saudara tidak akan berhasil. Ini berlaku untuk setiap tingkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa amanat menegakkan pemerintahan yang bersih bukan hanya tanggung jawab presiden, melainkan juga seluruh pemimpin daerah hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil. Ini kewajiban saya, dan juga kewajiban semua bupati, wali kota, camat, kepala desa, dan lurah. Kalau tidak, kita tidak akan jadi negara yang berhasil. Pemerintah yang korup, tidak mungkin membawa kemakmuran kepada rakyat,” pungkasnya. (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Hasilkan Rp1,218 Triliun, Gubernur Khofifah Sebut Misi Dagang Jatim-Aceh Bukan Proses Instan

19 October 2026 - 12:43 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Gubernur Khofifah Hadirkan Bahan Pokok Murah dan Produk IKM bagi Warga Batuputih Laok Sumenep

15 October 2026 - 11:05 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis