Menu

Dark Mode
Transparansi Informasi dan Kemitraan dengan Media Antarkan Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026 Gubernur Khofifah: Kopi dan Kakao Jatim Siap Menjadi Komoditas Unggulan Berkelas Dunia Nobar Final Piala Dunia di Grahadi Berlangsung Meriah, Gubernur Khofifah Tekankan Nilai Sportivitas dan Solidaritas Idul Khotmi Nasional ke-234 Jadi Momentum, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Spiritualitas dan Persaudaraan Umat Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Jadi Etalase Budaya Dunia, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix Tinjau KKMP Tukangkayu, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Jaringan Bulog dan Pertamina untuk Jamin Pasokan

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Dorong ASEAN Ambil Langkah Nyata Selesaikan Krisis Myanmar

badge-check


Presiden Prabowo Dorong ASEAN Ambil Langkah Nyata Selesaikan Krisis Myanmar Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong langkah-langkah nyata ASEAN dalam menyelesaikan berbagai krisis di kawasan, termasuk situasi di Myanmar.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pernyataannya pada sesi retret Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Minggu (26/10/2025). “Krisis di sekitar kita terus menguji tekad kita — di kawasan kita dan di antara sahabat-sahabat kita. Situasi di Myanmar masih menjadi keprihatinan yang mendalam. Kami mencermati perkembangan terkini, termasuk rencana penyelenggaraan pemilu pada Desember 2025,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden RI mendorong ASEAN untuk menegakkan prinsip demokrasi dan transparansi dalam proses politik di Myanmar. Ia juga menyoroti terbatasnya kemajuan dalam implementasi Konsensus Lima Poin, meski kesepakatan tersebut telah dibuat hampir lima tahun lalu.

Menjelang pelaksanaan pemilu di Myanmar, Presiden Prabowo menekankan bahwa Konsensus Lima Poin harus tetap menjadi acuan utama bagi ASEAN dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di negara tersebut. “Kita harus terus menyerukan gencatan senjata untuk menciptakan ruang yang diperlukan bagi dialog yang bermakna. Indonesia siap mendukung Ketua ASEAN dalam melibatkan semua pihak menuju proses yang benar-benar inklusif,” tegasnya.

Selain membahas isu Myanmar, Presiden Prabowo juga menyoroti meningkatnya ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Ia mengingatkan bahwa perbedaan yang tidak segera diredakan dapat mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan ASEAN. “Saya mengapresiasi kepemimpinan Perdana Menteri Anwar dalam memfasilitasi dialog dan gencatan senjata. Kami mendesak kedua belah pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan semangat ASEAN — sebagai satu keluarga,” kata Presiden.

Untuk itu, Kepala Negara menegaskan bahwa solidaritas dan diplomasi menjadi kunci utama bagi ASEAN dalam menjaga perdamaian dan mencegah eskalasi konflik di kawasan.

Baca Lainnya

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Gubernur Khofifah: Keberhasilan Birokrasi Diukur dari Manfaat Nyata yang Dirasakan Masyarakat melalui Pelayanan Publik Berkualitas

2 July 2026 - 10:54 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Kepemimpinan Tidak Cukup Administratif, tetapi Harus Mampu Menginspirasi dan Membangun Kesadaran Masyarakat

26 June 2026 - 03:58 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan