Jakarta, Petik – Penerapan registrasi biometrik dinilai mampu menekan berbagai modus penipuan digital yang semakin marak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital. Teknologi biometrik, seperti pemindaian wajah dan sidik jari, dianggap dapat memperkuat sistem keamanan dengan memastikan identitas pengguna secara lebih akurat.
Meski demikian, para pakar mengingatkan bahwa penggunaan registrasi biometrik juga menyimpan potensi risiko, terutama yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi dan privasi pengguna. Pengelolaan data biometrik yang tidak optimal berisiko membuka celah penyalahgunaan apabila tidak didukung oleh sistem keamanan serta regulasi yang memadai.
Para ahli menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguatan keamanan digital dan perlindungan hak privasi masyarakat. Penerapan registrasi biometrik perlu disertai kebijakan perlindungan data yang jelas, transparan, dan akuntabel agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah bersama penyelenggara sistem elektronik didorong untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses pengumpulan, penyimpanan, dan pemanfaatan data biometrik. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar pengguna memahami manfaat sekaligus potensi risiko dari pemanfaatan teknologi tersebut.
Ke depan, registrasi biometrik diharapkan dapat menjadi solusi yang efektif dalam memerangi penipuan digital, sepanjang diterapkan dengan tata kelola yang baik dan perlindungan privasi yang kuat. Sinergi antara pemerintah, kalangan pakar, dan masyarakat menjadi kunci dalam pemanfaatan teknologi biometrik secara aman dan bertanggung jawab.
Sumber: Infopublik.id



















