Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Optimis Produk UKM Jatim Mampu Bersaing dan Berjaya di Pasar Internasional Gubernur Khofifah Berbelasungkawa atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Perkuat Transportasi Inklusif di Malang Raya, Gubernur Khofifah Buka Rute Baru Trans Jatim Koridor II Di AMSI Awards 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Kejujuran Media di Era Post-Truth Capai Akreditasi Internasional JCI Ketiga Kalinya, RSUD Dr Soetomo Dipuji Gubernur Khofifah Perkuat Komunikasi dan Ruang Aman Pesantren, Halaqah Santri Digital Jatim 2026 Siapkan Deklarasi Bersama

Politik & Pemerintahan

RI Berharap Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza Bisa Dikirim lewat Darat

badge-check


RI Berharap Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza Bisa Dikirim lewat Darat Perbesar

Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkapkan harapannya, supaya bantuan kemanusiaan yang akan dikirimkan Indonesia ke Jalur Gaza, termasuk bantuan 10.000 ton beras, akan dikirim via jalur darat dan tidak diterjunkan dari udara (airdrop).

Hal tersebut disampaikan Sugiono, melalui keterangan resmi, menerima Menlu Belarus Maxim Ryzhenkov di Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Selasa (5/8/2025).

“Semoga tidak di-airdrop. Kami berharap jalur bantuan kemanusiaan segera dibuka. Kami paham airdrop risikonya besar,” kata Sugiono.

Sugiono mengatakan, penerjunan bantuan dari udara berisiko besar dan dapat membahayakan masyarakat Palestina di Jalur Gaza yang amat membutuhkan bantuan tersebut.

“Terlebih banyak masalah-masalah teknis yang harus diurus,” kata Sugiono terkait pengiriman bantuan via penerjunan udara itu.

Untuk itu, menlu menyerukan supaya Israel segera membuka akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza seluas-luasnya dan supaya mereka tidak menjadikan kelaparan sebagai senjata perang yang semakin menyengsarakan rakyat Gaza.

“Yang jadi korban adalah anak-anak dan bayi-bayi. Apalagi, gambar-gambar yang beredar di mana-mana itu adalah sesuatu yang pasti mengusik siapapun yang masih punya rasa kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Sugiono juga memastikan bahwa bantuan 10.000 ton beras yang rencananya dikirimkan Indonesia ke Jalur Gaza untuk meredakan krisis kemanusiaan akibat blokade dan agresi Israel tersebut sedang dalam persiapan untuk segera dikirim.

Dalam orasi yang disampaikannya pada Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Minggu (3/8/2025), dia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk dari komitmen konkret pemerintah Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga

24 October 2026 - 02:13 WIB

Soroti Serapan 24,46 Juta Pekerja Jatim, Gubernur Khofifah Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri Besutan Kapolri

17 October 2026 - 12:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya

14 October 2026 - 07:07 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan