Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah dan Presiden Prabowo Hadiri Peringatan 100 Tahun Gontor, Apresiasi Kontribusi Pendidikan Pesantren bagi Bangsa Pemprov Jatim Salurkan Air Bersih dan Sarana Penampungan, Gubernur Khofifah Perkuat Mitigasi Kekeringan Sholat Istisqa’ Dipimpin Syaikh Muhammad Fadhil Al Jailani, Gubernur Khofifah Mohon Hujan Rahmat untuk Jatim Pasar Murah Hadir di Desa Kedungdung Sampang, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau Kekeringan Meluas di Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Pencarian Sumber Air Permanen hingga Pembangunan Embung Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM

Sosial & Budaya

Sinergi Ulama–Umara Menguat, Khofifah Dorong Paralegal Muslimat NU Jadi Motor Mediasi Hukum Desa

badge-check


Sinergi Ulama–Umara Menguat, Khofifah Dorong Paralegal Muslimat NU Jadi Motor Mediasi Hukum Desa Perbesar

JAKARTA, 29 DESEMBER 2025 – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa secara resmi mengukuhkan jajaran Paralegal Muslimat NU dalam sebuah prosesi inaugurasi yang digelar di Auditorium KH.M. Rasjidi Kementerian Agama RI pada Minggu (28/12).

Tercatat 2.943 Paralegal Muslimat NU tersebar di 20 provinsi di Indonesia. Secara simbolis 50 orang paralegal di menerima langsung selempang dan sertifikat dari Ketum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah. 

Dalam arahannya, Khofifah menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen Muslimat NU dalam membantu mewujudkan keadilan yang merata hingga lini terbawah masyarakat.  

Ia memastikan bahwa keadilan tidak hanya menjadi wacana di tingkat  pusat, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

"Ini komitmen Muslimat bahwa penguatan akses keadilan di tingkat akar rumput bukan sekadar program sektoral, melainkan fondasi penting bagi stabilitas nasional," ucapnya.

Selain itu, ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap implementasi Asta Cita ke-7 Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Khofifah melanjutkan, keberadaan Paralegal ini sangat dibutuhkan di lini administrasi pemerintahan paling bawah yang menjadi penguat kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Di titik inilah interaksi dan dinamika sosial berlangsung dan harmoni masyarakat dibangun setiap harinya. Maka perlu kita kuatkan akses keadilan di level ini. Sehingga dapat menjadi penguatan bagi akar yang paling mendasar," terangnya. 

Khofifah juga menegaskan bahwa keberadaan Paralegal Muslimat NU diposisikan bukan hanya sebagai pelengkap peran advokat, melainkan sebagai ujung tombak advokasi di tingkat akar rumput. Melalui pelatihan yang tepat, para paralegal ini dibekali kemampuan untuk melakukan pendampingan awal, memediasi sengketa secara kekeluargaan, serta mengarahkan masyarakat ke jalur penyelesaian hukum yang sesuai.

"Kita berharap bahwa ke 2.943 orang Paralegal Muslimat NU ini akan bisa membawa dampak signifikan bagi penguatan bagi umat dan secara umum bangsa Indonesia," pungkasnya.

Selanjutnya kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak Menteri Hukum serta kepala BPHN yang telah memberikan dukungan serta pendampingan selama proses pelatihan dan permagangan paralegal Muslimat NU. Semoga besar manfaatnya bagi terwujudnya keadilan dan perlindungan hukum di lini masyarakat di perdesaan.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Presiden Prabowo Hadiri Peringatan 100 Tahun Gontor, Apresiasi Kontribusi Pendidikan Pesantren bagi Bangsa

19 September 2026 - 11:41 WIB

Pemprov Jatim Salurkan Air Bersih dan Sarana Penampungan, Gubernur Khofifah Perkuat Mitigasi Kekeringan

19 September 2026 - 07:26 WIB

Sholat Istisqa’ Dipimpin Syaikh Muhammad Fadhil Al Jailani, Gubernur Khofifah Mohon Hujan Rahmat untuk Jatim

19 September 2026 - 02:16 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya