Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital Gubernur Khofifah Sebut Majelis Sholawat Menjadi Ruang Memperkuat Ukhuwah, Kepedulian Sosial, dan Ikhtiar Batin Membangun Jawa Timur Khofifah Sebut Muslimat NU Berpotensi Menjadi Kekuatan Dakwah Digital Terbesar dengan Jejaring hingga Tingkat Desa Terima Peserta ADEM Papua 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Komitmen Jawa Timur Membangun SDM Indonesia dari Sabang hingga Papua Sebanyak 2.436 Atlet Ramaikan Kejurnas Sepatu Roda Jatim Open I, Gubernur Khofifah Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Berkelanjutan Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat

Ekonomi & Bisnis

Tidak Ada Pergantian Menteri Keuangan, Investor Kembali Optimistis terhadap Prospek Ekonomi Indonesia

badge-check


Tidak Ada Pergantian Menteri Keuangan, Investor Kembali Optimistis terhadap Prospek Ekonomi Indonesia Perbesar

Jakarta, Petik – Penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (9/6/2026) mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan ekonomi nasional. Sentimen positif tersebut muncul seiring meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet, khususnya terkait isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Pada penutupan perdagangan, rupiah tercatat menguat ke level Rp18.058 per dolar Amerika Serikat setelah sebelumnya mengalami tekanan. Di saat yang sama, IHSG juga ditutup di zona hijau dengan kenaikan yang cukup signifikan, menandakan optimisme investor terhadap kondisi ekonomi domestik.

Sejumlah ekonom menilai bahwa kepastian arah kebijakan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelaku pasar. Berkurangnya ketidakpastian politik dinilai membantu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, terutama bagi investor yang mencermati keberlanjutan kebijakan fiskal dan pengelolaan ekonomi nasional.

Selain didorong sentimen politik yang lebih stabil, penguatan pasar juga dipengaruhi oleh aksi beli investor setelah sebelumnya terjadi koreksi harga di pasar keuangan. Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagian pelaku pasar untuk melakukan akumulasi aset, sehingga mendorong penguatan rupiah maupun pergerakan positif IHSG.

Meskipun demikian, para pengamat mengingatkan bahwa dinamika pasar keuangan tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti arus modal asing, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, pergerakan dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi terhadap langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Ke depan, konsistensi kebijakan ekonomi dan fiskal dinilai akan menjadi faktor utama dalam mempertahankan kepercayaan investor. Kepastian regulasi, prospek pertumbuhan ekonomi yang positif, serta iklim investasi yang sehat diharapkan mampu menjaga momentum penguatan pasar dan mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Sumber: InfoPublik.id

Baca Lainnya

Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Khofifah Nilai Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Mampu Tingkatkan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli

10 July 2026 - 07:11 WIB

Hadiri Peluncuran B50 Bersama Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Siap Menjadi Penggerak Transisi Energi Nasional

9 July 2026 - 12:26 WIB

Dipimpin Gubernur Khofifah, Misi Dagang Jatim–Riau Catat Rekor Transaksi Rp1,06 Triliun dan Perkuat Rantai Pasok Nasional

8 July 2026 - 12:17 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis