Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Data Statistik Akurat Fondasi Pembangunan dan Penentu Kebijakan yang Presisi Perisai Anak Jawa Timur Resmi Diluncurkan, Gubernur Khofifah Ajak Semua Pihak Wujudkan Ruang Digital Aman bagi Anak Penguatan Diseminasi Informasi Jadi Fokus, Gubernur Khofifah Bahas Kolaborasi Strategis dengan ANTARA Dari Women’s Leadership Forum, Khofifah Tegaskan Kepemimpinan Perempuan Harus Berorientasi pada Dampak dan Keadilan Kabag Humas Pemprov Jatim Zainal Muttaqin Dorong Penguatan Kompetensi SDM Humas Pemerintah Hadapi Disrupsi Teknologi Pelantikan PW PII Jatim Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi, Gubernur Khofifah Dorong Inovasi Lintas Sektor

Ekonomi & Bisnis

Wamenkomdigi: Adopsi AI di Industri Pertambangan Membuat Indonesia Jadi Global Player

badge-check


Wamenkomdigi: Adopsi AI di Industri Pertambangan Membuat Indonesia Jadi Global Player Perbesar

Adopsi teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) sejak empat tahun terakhir pada industri di sektor pertambangan dinilai telah mendorong kemajuan di sektor tersebut dan membuat Indonesia menjadi salah satu pemain berpengaruh dunia (gobal player).

“Pemanfaatan teknologi AI oleh pelaku industri pertambangan mengukuhkan posisi Indonesia sebagai global player dengan praktik pertambangan yang efektif, efisien dan berkelanjutan,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, dalam keterangannya terkait Indonesia AI Day For Mining Industry di Jakarta Pusat, pada Kamis (24/4/2025).

Nezar menyatakan, penggunaan teknologi AI pada industri pertambangan mampu mengoptimalisasi rantai pasok (supply chain) dan juga kegiatan produksi yang lebih efisien.

“Analisis data dan pengambilan keputusan yang diakselerasi oleh AI dapat mempercepat seluruh siklus mulai dari eksplorasi, pengambilan produksi hingga distribusi mineral,” tuturnya.

Selain itu, penggabungan machine learning dengan computer vision dinilai telah memudahkan pengerjaan satu lahan pertambangan hanya dalam tempo hitungan jam.

Jika menggunakan motode biasa yang mengandalkan tenaga manusia, maka membutuhkan kurang lebih satu pekan dalam proses pengerjaan satu lahan tambang.

“Karena AI mampu meningkatkan produktivitas. Dan ini memang tujuan dari adopsi teknologi AI dengan potensi mencapai US$308 miliar. Kemampuan otomasi juga membantu mengurangi beban kerja dan waktu bagi penambang, sehingga dapat fokus pada high value activities, misalnya inovasi dan kreativitas bisnis,” jelas dia.

Ia tidak memungkiri adanya kekhawatiran akan dampak terhadap tenaga kerja di industri pertambangan, Namun Nezar yakin adopsi teknologi AI akan dapat menciptakan nilai tambah dalam hasil pertambangan dengan mewujudkan pertambangan yang berkelanjutan (sustainable).

“Selain itu, risiko dampak lingkungan dapat lebih minimal juga dapat menerapkan dekarbonisasi dan pengelolaan limbah penambangan,” ujarnya.

Menurut Nezar, ke depannya akan ada tren pemanfaatan GPU (Graphics Processing Unit) sebagai mesin teknologi AI yang lebih ramah lingkungan dengan pemanfaatan energi yang lebih efisien dan risiko kerusakan lingkungan minimal.

“Saya kira ini harus menjadi komitmen di masa depan karena penggunaan AI otomatis membutuhkan energi. Trend ke depan, akan ada persaingan pengembangan industri AI yang less power consumption (hemat energi),” tutup Wamekomdigi.

Baca Lainnya

Jawa Timur Kembali Pimpin Nasional Nilai Transaksi Ekonomi KTH, Gubernur Khofifah Perkuat Hilirisasi dan Akses Pasar

25 July 2026 - 03:50 WIB

Produk Indonesia Kuasai Rak Indo Market Hong Kong, Gubernur Khofifah Ajak UMKM Jatim Tingkatkan Daya Saing Global

24 July 2026 - 09:05 WIB

Gubernur Khofifah Perluas Jejaring Global Lewat Misi Dagang Jatim–Hong Kong, Transaksi Lampaui Rp12 Triliun

24 July 2026 - 01:24 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis