Menu ✖

Dark Mode
Gubernur Khofifah Berbelasungkawa atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Perkuat Transportasi Inklusif di Malang Raya, Gubernur Khofifah Buka Rute Baru Trans Jatim Koridor II Di AMSI Awards 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Kejujuran Media di Era Post-Truth Capai Akreditasi Internasional JCI Ketiga Kalinya, RSUD Dr Soetomo Dipuji Gubernur Khofifah Perkuat Komunikasi dan Ruang Aman Pesantren, Halaqah Santri Digital Jatim 2026 Siapkan Deklarasi Bersama Sinergi Pentahelix, Halaqah Santri Digital 2026 Jombang Fokus Cegah Perundungan di Pesantren

Daerah

Wapres Gibran Apresiasi Semangat Pendamping dan Nasabah PNM Mekaar di Bondowoso, Gubernur Khofifah: 2,4 Juta IRT di Jatim Berdaya Lewat UMKM

badge-check


Wapres Gibran Apresiasi Semangat Pendamping dan Nasabah PNM Mekaar di Bondowoso, Gubernur Khofifah: 2,4 Juta IRT di Jatim Berdaya Lewat UMKM Perbesar

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming mengapresiasi semangat pendamping dan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Binaan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) saat kunjungan kerja bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kab. Bondowoso, selasa (24/6).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.

Senada dengan Wapres Gibran, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi semangat nasabah maupun pendamping Mekaar. Pasalnya, program ini ditambah dengan partisipasi masyarakat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

"Jadi nasabah PNM ada 15,8 juta di seluruh Indonesia. Itu termasuk 2,4 juta di Jawa Timur dan lebih dari 75.000 nasabah di Bondowoso yang bergabung ke 5.052 kelompok," ujar Gubernur Khofifah. 

"Dan seperti yang kita lihat hari ini, ini keren sekali. Bagaimana para ibu rumah tangga yang awalnya mungkin tidak punya penghasilan sendiri sekarang bisa menjadi pelaku UMKM yang semakin naik kelas seiring program berjalan," imbuhnya.

Hal ini, sebut mantan Mensos RI tersebut, dapat terjadi bukan hanya karena modal atau pinjaman yang diberikan. Namun juga kegigihan dan keberanian untuk terus tumbuh dan berkembang.

"Di Bondowoso sektor yang besar adalah pertanian. Dan Alhamdulillah sudah banyak kita lihat bagaimana nasabah Mekaar bisa memanfaatkan basis digital dan menembus pasar yang lebih luas. Insya Allah, pelan-pelan ini bisa berdampak pada target kita menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga zero pada September 2025," pungkasnya.

Sementara itu, Wapres Gibran memuji Non-Performing Loan (NPL) rendah di Jawa Timur. Di Bondowoso sendiri NPL nasabah MEKAAR 0,8 persen.  Yang berarti, kasus kredit macet termasuk rendah dan bahkan hampir tidak ada.

"Itu artinya, keuangan ibu-ibu tertib. Tapi saya pesan cashflow antara keuangan rumah tangga dan bisnis tetap harus dipisahkan. Nanti akan saya lihat produk apa saja yang jadi unggulan di Bondowoso yang dibuat ibu-ibu. Kita doakan supaya usahanya naik kelas, platformnya naik, nambah karyawan, dan peningkatan ekonomi di keluarga," ujarnya.

Wapres Gibran juga berpesan agar peserta Mekaar memaksimalkan penggunaan smartphone. Sehingga, mereka dapat memperluas market agar usahanya tidak berhenti di Bondowoso saja tapi juga di nasional.

Kepada pendamping, dirinya meminta untuk selalu memberikan pendampingan yang baik secara kontinyu. Sedangkan kepada para kepala daerah, ia menghimbau agar setiap acara pemerintahan dapat memanfaatkan produk-produk UMKM dari Mekaar.

"Mohon bersabar menghadapi ibu-ibu ini. Pokoknya saling menguatkan, saling memberikan semangat, kita prioritaskan agar nasabah usahanya bisa berkembang. Terima kasih sekali. Tetap semangat. Kita doakan yang ada di sini sehat semua," harap Wapres Gibran.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dekatkan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau Bagi Masyarakat Pacitan

27 October 2026 - 01:53 WIB

Hasilkan Rp1,218 Triliun, Gubernur Khofifah Sebut Misi Dagang Jatim-Aceh Bukan Proses Instan

19 October 2026 - 12:43 WIB

Peringati Hari Pangan Sedunia, Gubernur Khofifah Ajak Pemangku Kepentingan Perkuat Sektor Pangan Jatim

16 October 2026 - 06:39 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis