Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Dorong Perdagangan Global, Misi Dagang Jatim-Malaysia Tembus Rp15,25 Triliun Kemenpora Cetak Penggerak Olahraga untuk Masyarakat Sehat Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Posyandu sebagai Pilar Pembangunan Berbasis Komunitas Kebijakan Bonus Prestasi Dinilai Mampu Dongkrak Taraf Hidup Atlet Indonesia Generasi Muda Harus Siap Kuasai Kebijakan Publik di Tengah Pesatnya Perkembangan Teknologi AI Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Dihapus, Pemerintah Perkuat Ketahanan Industri Nasional

Pendidikan

Program Rumah untuk Guru Indonesia Disambut Antusias Pendidik

badge-check


Program Rumah untuk Guru Indonesia Disambut Antusias Pendidik Perbesar

Jakarta – Para guru menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas perhatian pemerintah melalui Program Rumah untuk Guru Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Badan Pusat Statistik.

Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan serah terima kunci yang berlangsung di Perumahan Pesona Kahuripan 11, Cileungsi, Kabupaten Bogor, penghargaan bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Radia Nurjanah, guru TK Islam Nurul Yaqin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah. Radia, yang sudah mengabdi sebagai guru selama 21 tahun, merasa sangat bahagia akhirnya bisa memiliki rumah sendiri setelah sekian lama mengharapkan fasilitas tersebut.

“Saya sebelumnya tidak punya rumah dan Alhamdulillah Pemerintah telah memfasilitasi guru-guru untuk memiliki rumah. Harapan saya, semoga Pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan guru-guru, terutama mereka yang belum memiliki hunian yang layak,” ujar Radia, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (28/3/2025).

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Tatang Riyanto, guru SMAN 1 Cileungsi. Bagi Tatang, program ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam memiliki rumah, tetapi juga memotivasi dirinya untuk terus mengajar dengan semangat.

“Rumah yang saya ambil di sini jaraknya dekat dengan tempat saya mengajar. Dengan begitu, saya tidak merasa kelelahan menempuh perjalanan jauh, dan dengan kondisi segar, saya bisa lebih bersemangat mengajar anak-anak,” kata Tatang, yang sudah mengajar selama 8 tahun dan merupakan perantau asal Brebes, Jawa Tengah.

Sementara itu, Ika Mustikawati, guru PJOK di SMPN 1 Kramatwatu, juga merasakan manfaat besar dari program ini. Sebelumnya, Ika harus menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari rumah ke sekolah. Kini, berkat program Rumah untuk Guru Indonesia, ia bisa tinggal lebih dekat dengan tempat mengajarnya.

“Terkadang melelahkan, namun anak-anak adalah semangat saya untuk datang ke sekolah. Sekarang saya punya rumah yang dekat dengan sekolah. Ini seperti mimpi yang menjadi nyata karena saya bisa lebih banyak waktu mempersiapkan materi pembelajaran dan hadir ke sekolah dalam kondisi bugar,” ujar Ika, penuh rasa syukur.

Program Rumah untuk Guru Indonesia telah memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan guru-guru di berbagai daerah. Melalui program ini, banyak guru yang sebelumnya terpaksa tinggal di kos-kosan atau menempuh perjalanan jauh ke sekolah, kini dapat memiliki rumah sendiri yang lebih dekat dengan tempat mereka mengajar.

Pemerintah berharap, program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak guru di seluruh Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan melalui kesejahteraan para pendidik.

Baca Lainnya

Kemenpora Cetak Penggerak Olahraga untuk Masyarakat Sehat

29 April 2026 - 03:01 WIB

Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Posyandu sebagai Pilar Pembangunan Berbasis Komunitas

29 April 2026 - 02:22 WIB

Kebijakan Bonus Prestasi Dinilai Mampu Dongkrak Taraf Hidup Atlet Indonesia

29 April 2026 - 02:15 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya